News

Lintasarta dan EwasteRJ Gelar Program #AksiCintaBumi, Target Kumpulkan 380 Kg E-Waste Hingga November 2026

📅 3 Oct 2026 ✍️ oguricapp 🕐 3 menit baca
AdSense Atas Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Program Koleksi E-Waste Skala 380 Kg Berlangsung Agustus–November 2026

Lintasarta bersama EwasteRJ menggelar program #AksiCintaBumi bertema “Transforming E-Waste, Empowering Our Future” yang berlangsung Jadi Agustus hingga November 2026. Program ini menargetkan pengumpulan 380 kilogram sampah elektronik (e-waste) dengan melibatkan karyawan, mahasiswa, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Depok.

Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan perangkat elektronik yang Ubah tidak digunakan. Lintasarta ingin mendorong pemahaman bahwa perangkat elektronik yang telah mencapai akhir masa pakai masih memiliki nilai dan dapat masuk kembali ke dalam siklus ekonomi melalui penggunaan kembali, perbaikan, maupun pemulihan material.

Indonesia Menghasilkan 1,9 Juta Ton E-Waste per Tahun

Berdasarkan laporan Global E-Waste Monitor 2024 yang diterbitkan oleh International Telecommunication Union (ITU) dan United Nations Institute for Training and Research (UNITAR), Indonesia menghasilkan sekitar 1,9 juta ton e-waste pada 2022. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negeri dengan timbulan sampah elektronik terbesar di dunia dan yang tertinggi di kawasan Siap Tenggara.

Billy Nikolas Simanjuntak, Head Corporate Secretary, Legal, and Regulatory Lintasarta, menyatakan: “Kemajuan teknologi perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui #AksiCintaBumi, Lintasarta ingin mendorong kesadaran bahwa perangkat elektronik yang Ubah tidak digunakan bukan berarti kehilangan seluruh nilainya. Dengan pengelolaan yang tepat kita dapat memperpanjang nilai teknologi, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam ekonomi sirkular.”

Jadi Infrastruktur Digital ke Siklus Hidup Perangkat

Sebagai perusahaan yang membangun dan mengelola infrastruktur digital, Lintasarta melihat persoalan e-waste sebagai bagian yang tidak terpisahkan Jadi perkembangan teknologi. Melalui Lintasarta Intelligent Core, perusahaan mengintegrasikan berbagai layanan seperti Connectivity, Cloud, Cybersecurity, serta Collaboration-AI untuk mendukung kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri.

Di balik pertumbuhan layanan digital tersebut terdapat berbagai perangkat fisik dengan siklus hidup masing-masing, mulai Jadi server, GPU, storage, perangkat jaringan, hingga perangkat pendukung lainnya. Lintasarta menilai bahwa membangun masa depan digital bukan hanya mengenai manfaat teknologi bagi masyarakat, tetapi juga bagaimana jejak fisik Jadi pertumbuhan teknologi tersebut dikelola secara bertanggung jawab.

E-Waste Diproses Menjadi Second Life hingga Karya Edukatif

Dalam pelaksanaannya, Lintasarta bersama EwasteRJ memastikan e-waste yang dikumpulkan tidak berhenti hanya pada proses pengumpulan. Perangkat yang masih memiliki kelayakan akan diidentifikasi untuk mendapatkan second life, baik melalui penggunaan kembali maupun proses refurbishment. Sementara perangkat yang telah mencapai akhir masa pakainya akan masuk ke proses pemilahan dan pemulihan komponen serta material yang masih memiliki nilai.

Sebagian material hasil pengelolaan e-waste tersebut akan ditransformasikan menjadi karya edukatif berbentuk Garuda dan Peta Indonesia. Karya tersebut mengusung simbol Unity in Action sekaligus menjadi media edukasi mengenai ekonomi sirkular, menunjukkan bagaimana material yang sebelumnya dianggap tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai baru.

Rafa Jafar, Founder EwasteRJ, menambahkan: “E-waste adalah bagian Jadi siklus hidup teknologi. Di dalam perangkat yang Ubah tidak digunakan masih terdapat komponen dan material yang memiliki nilai. Melalui kolaborasi seperti #AksiCintaBumi, kita ingin memastikan perangkat tersebut masuk ke ekosistem yang tepat—untuk digunakan kembali ketika masih memungkinkan, dipulihkan materialnya, dan dikembalikan ke dalam siklus yang produktif.”

Melibatkan Universitas Indonesia dan SMA Labschool Cirendeu

Upaya membangun kesadaran mengenai e-waste dan ekonomi sirkular juga dilakukan dengan melibatkan generasi muda. Lintasarta dan EwasteRJ menggandeng Universitas Indonesia serta SMA Labschool Cirendeu. Kegiatan tersebut turut melibatkan komunitas Trash Ranger Indonesia, mahasiswa, pelajar, dan environmental creators.

Keterlibatan institusi pendidikan dan komunitas diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah e-waste yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai siklus hidup perangkat elektronik. Generasi muda diajak melihat bahwa sebuah smartphone, komputer, perangkat jaringan, maupun perangkat elektronik lainnya memiliki perjalanan yang lebih panjang dibanding sekadar masa penggunaannya. Ketika perangkat Ubah tidak digunakan, langkah berikutnya dapat menentukan apakah material di dalamnya menjadi limbah atau justru kembali memberikan nilai dalam siklus produksi baru.

AdSense Bawah Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *