Sains

Polisi Temukan Artefak Romawi 20 Abad di Dasar Laut Sardinia, Italia

📅 5 Oct 2026 ✍️ oguricapp 🕐 3 menit baca
AdSense Atas Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Penemuan Saat Penyelaman Rutin

Para polisi penyelam dari unit khusus Italia menemukan artefak zaman Romawi yang diperkirakan berusia 20 abad (sekitar 2.000 tahun) di dasar laut Sardinia. Penemuan tersebut terjadi saat tim sedang melakukan penyelaman rutin di perairan pulau tersebut.

Menurut laporan CNN Indonesia, Senin (5/10/2026), artefak yang ditemukan diduga berasal dari kapal dagang Romawi yang tenggelam di perairan Sardinia. Lokasi penemuan berada di kedalaman yang memerlukan peralatan penyelaman khusus dan keahlian tim penyelam terlatih.

Peran Teknologi dalam Arkeologi Bawah Laut

Penemuan seperti ini tidak lepas dari peran teknologi modern. Arkeologi bawah laut saat ini memanfaatkan berbagai alat canggih untuk melokalisasi, mendokumentasikan, dan mempelajari situs tenggelam tanpa merusak konteks sejarahnya:

1. Sonar dan Pemetaan Dasar Laut

Teknologi side-scan sonar dan multibeam echosounder memungkinkan tim untuk memetakan topografi dasar laut secara detail. Alat ini mengirimkan gelombang suara yang memantul dari objek di dasar laut, menciptakan gambaran visual anomali yang mungkin merupakan situs arkeologi.

2. ROV (Remotely Operated Vehicle)

Untuk kedalaman yang terlalu berbahaya atau terlalu dalam untuk penyelam manusia, ROV menjadi mata dan tangan di bawah air. Robot bawah air ini dilengkapi kamera beresolusi tinggi, lampu pencahayaan kuat, dan manipulator untuk mengambil sampel atau artefak kecil.

3. Fotogrametri dan Pemodelan 3D

Tim arkeolog menggunakan ribuan foto tumpang tindih untuk membuat model 3D situs tenggelam melalui teknik fotogrametri. Model ini memungkinkan peneliti mempelajari tata letak artefak secara virtual tanpa harus turun ke dasar laut berulang kali.

4. Penyelaman Teknis dan Rebreather

Penyelam arkeologi modern menggunakan sistem rebreather (sirkulasi napas tertutup) yang memungkinkan waktu di bawah air lebih lama dengan gelembung minimum—mengganggu situs sedimen seminimal mungkin.

Signifikansi Temuan Sardinia

Sardinia secara historis merupakan jalur perdagangan penting di Laut Tengah. Temuan artefak ini—yang diduga berupa amphora (kruik penyimpanan minyak zaitun, anggur, atau garum)—memberikan bukti fisik tentang rute perdagangan dan aktivitas maritim Romawi di wilayah tersebut.

Artefak yang berhasil diambil akan dibersihkan, dikonservasi, dan dianalisis di laboratorium arkeologi untuk menentukan asal, usia pasti (melalui karbon-14 atau analisis keramik), dan fungsi aslinya.

Kolaborasi Polisi dan Arkeolog

Penemuan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara unit kepolisian maritim dan lembaga arkeologi. Polisi penyelam sering menjadi yang pertama mengakses area perairan yang sulit dijangkau, menjadikan mereka mitra strategis dalam melindungi warisan budaya bawah laut dari pencurian dan kerusakan.

Italia memiliki hukum ketat melindungi artefak bawah air. Setiap penemuan wajib dilaporkan, dan penggalian hanya boleh dilakukan oleh tim berlisensi di bawah pengawasan Soprintendenza (kantor warisan budaya daerah).

Kesimpulan

Penemuan artefak Romawi di Sardinia mengingatkan kita bahwa dasar laut masih menyimpan ribuan rahasia sejarah. Teknologi modern—dari sonar hingga ROV dan fotogrametri—menjadi kunci untuk mengungkap rahasia tersebut sambil memastikan pelestarian situs untuk generasi mendatang.

AdSense Bawah Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *