XLSmart Targetkan Jaringan 5G Mencakup 100+ Kota di 2026, Ini Rinciannya
XLSmart Percepat Ekspansi 5G Menuju 100 Lebih Kota
XLSmart, entitas telekomunikasi yang lahir dari penggabungan XL Axiata dan Smartfren, menegaskan ambisinya untuk memperluas jangkauan jaringan 5G ke lebih dari 100 kota dan kabupaten di Indonesia pada tahun 2026. Target ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat kepemimpinan pasar di era konektivitas generasi kelima.
Latar Belakang Merger dan Lahirnya XLSmart
Penggabungan XL Axiata dan Smartfren yang disahkan pada awal 2024 menciptakan Semakin telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia berdasarkan basis pelanggan. Entitas baru ini, yang beroperasi di bawah nama XLSmart, menggabungkan aset spektrum, infrastruktur menara, dan basis pelanggan kedua entitas induknya. Sinergi ini memberikan fondasi yang kuat untuk percepatan rollout 5G.
Sebelum merger, XL Axiata sudah memulai uji coba 5G di beberapa kota besar sejak 2021, sementara Smartfren memanfaatkan spektrum 2,3 GHz yang ideal untuk penetrasi 5G di area padat. Gabungan spektrum tersebut β mencakup pita 700 MHz, 1,8 GHz, 2,1 GHz, 2,3 GHz, dan 2,6 GHz β memberikan fleksibilitas teknis yang signifikan untuk menutupi area perkotaan maupun pedesaan.
Strategi Rollout 5G XLSmart
Fokus pada Area Padat dan Koridor Ekonomi
Menurut rencana yang disampaikan manajemen, prioritas awal ekspansi 5G difokuskan pada:
- Ibukota provinsi dan kota metropolitan (Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, dll.)
- Kawasan industri dan koridor ekonomi seperti Jabodetabek, Jawa Garap, Jawa Timur
- Destinasi pariwisata prioritas nasional (Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, dan sebagainya)
Pendekatan ini selaras dengan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang mendorong percepatan 5G di area yang memiliki use case nyata β mulai dari manufaktur cerdas, logistik, hingga layanan publik berbasis digital.
Pemanfaatan Infrastruktur Existing
XLSmart memanfaatkan lebih dari 30.000 situs menara gabungan dari kedua entitas induk. Sebagian besar situs ini sudah fiberized, memungkinkan upgrade ke 5G dengan biaya dan waktu yang lebih efisien dibanding membangun situs baru dari nol. Perusahaan juga bekerjasama dengan penyedia infrastruktur menara independen (seperti Mitratel, Tower Bersama Infrastructure, dan Sarana Menara Nusantara) untuk mempercepat cakupan.
Landskap 5G di Indonesia: Posisi XLSmart di Antara Kompetitor
Industri 5G Indonesia saat ini dipimpin oleh Telkomsel yang telah meluncurkan komersial 5G sejak Mei 2021 dan mengklaim cakupan di ratusan kota. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) juga agresif dengan target cakupan serupa. XLSmart masuk sebagai challenger yang harus mengejar ketinggalan waktu, namun memiliki keuntungan spektrum yang komprehensif pasca-merger.
| Operator | Status 5G | Keunggulan Spektrum |
|---|---|---|
| Telkomsel | Komersial sejak 2021, cakupan 300+ kota | Pita 2,3 GHz, 2,1 GHz, 700 MHz |
| Indosat Ooredoo Hutchison | Komersial 2022, target 200+ kota | Pita 2,6 GHz, 2,3 GHz, 2,1 GHz |
| XLSmart | Percepatan 2024-2026, target 100+ kota | Pita 2,3 GHz (Smartfren), 700/1800/2100/2600 MHz (XL) |
Keunggulan XLSmart terletak pada kepemilikan pita 2,3 GHz yang luas (mewarisi dari Smartfren) β pita yang secara global menjadi workhorse utama 5G karena keseimbangan antara cakupan dan kapasitas. Kombinasi dengan pita rendah (700 MHz) dari XL Axiata memungkinkan cakupan area luas dengan penetrasi bangunan yang baik.
Manfaat Ekspansi 5G Bagi Konsumen dan Bisnis
Bagi Konsumen Individu
- Kecepatan unduh/unggah multi-gigabit untuk streaming 4K/8K, cloud gaming, dan AR/VR.
- Latensi ultra-rendah (di bawah 10 ms) mendukung aplikasi real-time seperti video conferencing berkualitas tinggi dan mobile gaming kompetitif.
- Konektivitas padat di stadion, konser, dan keramaian besar tanpa congestion.
Bagi Sektor Enterprise dan Industri
- Manufaktur 4.0: Otomasi pabrik, predictive maintenance, robotika terhubung.
- Logistik & Pelabuhan: Pelacakan real-time, armada otonom, smart port.
- Kesehatan: Telemedicine HD, operasi jarak jauh berbantuan robot, pemantauan pasien IoT.
- Pertanian Cerdas: Sensor tanah, irigasi presisi, drone pemantauan tanaman.
XLSmart sudah menjalin kerja sama dengan beberapa anchor tenant enterprise untuk uji coba private network dan network slicing di sektor manufaktur dan logistik.
Tantangan yang Dihadapi
Meskipun target 100+ kota ambisius, beberapa hambatan perlu diatasi:
- Perangkat 5G terjangkau: Meskipun harga smartphone 5G turun (mulai ~Rp 2-3 juta), penetrasi perangkat di kelas menengah-bawah masih terbatas. XLSmart bekerjasama dengan vendor perangkat untuk program trade-in dan pembayaran cicilan.
- Izin dan Right of Way: Proses perizinan di tingkat daerah (kabupaten/kota) sering menjadi hambatan deployment menara dan serat optik. Kominfo terus mendorong one-stop service dan right of way nasional.
- Pendapatan Rata-rata Per Pelanggan (ARPU): Transisi 4G ke 5G butuh waktu. Operator harus menyeimbangkan investasi CAPEX besar dengan tekanan ARPU yang masih didominasi paket data 4G.
- Efisiensi Energi: Jaringan 5G mengonsumsi daya lebih besar per bit. XLSmart mengadopsi fitur energy saving berbasis AI dan panel surya di situs terpencil.
Peta Jalan ke Depan: 2026 dan Selepasnya
Target 100+ kota di 2026 hanyalah milestone menengah. Rencana jangka panjang XLSmart mencakup:
- 2027: Cakupan 5G ke 200+ kota/kabupaten, fokus pada fixed wireless access (FWA) sebagai alternatif broadband kabel di area belum terjangkau fiber.
- 2028-2030: Standalone (SA) 5G penuh dengan network slicing komersial, mendukung URLLC (Ultra-Reliable Low Latency Communication) untuk industri kritis.
- Persiapan 6G: Partisipasi di forum standarisasi global (3GPP, ITU) dan riset spektrum sub-THz.
Kesimpulan
Target XLSmart untuk menjangkau lebih dari 100 kota dengan 5G pada 2026 mencerminkan komitmen serius entitas pasca-merger untuk menutup kesenjangan dengan pesaing senior. Keberhasilan akan bergantung pada eksekusi deployment yang disiplin, kemitraan ekosistem perangkat dan use case enterprise, serta kelancaran perizinan di tingkat daerah. Bagi konsumen Indonesia, persaingan tiga operator besar ini berarti akses 5G yang lebih cepat, luas, dan terjangkau β mendorong transformasi digital nasional ke tingkat berikutnya.