AI

Apple Gugat OpenAI Curi Rahasia Dagang, Sebut Bisnis Hardware ‘Rotten to Its Core’

📅 13 Jul 2026 ✍️ oguricapp 🕐 4 menit baca
AdSense Atas Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Apple gugat OpenAI atas tuduhan pencurian rahasia dagang yang menyeret bisnis perangkat keras AI tersebut. Gugatan yang diajukan ke pengadilan federal pada Jumat, 10 Juli 2026 ini juga menyoroti keterlibatan io Products dan dua mantan insinyur Apple. Kasus ini mencuat ketika Apple menyebut operasi hardware OpenAI sebagai sesuatu yang “rotten to its core” karena diklaim dibangun dari informasi rahasia curian.

Bagi pembaca di Indonesia, kabar ini relevan karena Apple telah mengintegrasikan ChatGPT ke dalam ekosistem Apple Intelligence di perangkatnya. Meski sedang berseteru di pengadilan, Apple menegaskan bahwa perjanjian integrasi ChatGPT tersebut tidak menjadi bagian dari gugatan dan tidak ada kaitannya dengan tuduhan pencurian rahasia dagang.

Detail Gugatan Apple terhadap OpenAI

Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan federal, Apple menuduh OpenAI melakukan serangkaian pelanggaran terstruktur. Perusahaan asal Cupertino itu mengklaim bahwa proses wawancara kerja di OpenAI sengaja dirancang untuk menggali informasi rahasia dari karyawan Apple yang sedang melamar. Apple juga menyebutkan lebih dari 400 mantan karyawannya kini bekerja di OpenAI, yang memperbesar kekhawatiran kebocoran data internal.

Tuduhan intinya adalah OpenAI dan mitra bisnisnya melakukan pola kesalahan terkoordinasi di level institusi. Apple bahkan menulis bahwa bisnis perangkat keras OpenAI yang masih baru sudah berdiri di fondasi goyah karena mengandalkan rahasia dagang yang disalahgunakan. Frasa “rotten to its core” digunakan langsung dalam berkas hukum untuk menggambarkan kondisi tersebut.

Dua Mantan Karyawan Apple yang Disebut Namanya

Gugatan secara spesifik menyoroti dua individu yang dulunya bekerja di Apple dan sekarang berada di OpenAI. Yang pertama adalah Chang Liu, mantan senior system electrical engineer Apple. Menurut pengacara Apple, Liu secara diam-diam mengakses dan mengunduh lusinan berkas rahasia terkait perangkat keras, termasuk presentasi rekayasa, spesifikasi teknis, dan data proyek eksklusif tentang produk yang belum dirilis.

Yang kedua adalah Tang Yew Tan, mantan wakil presiden Apple yang kini menjabat sebagai Chief Hardware Officer di OpenAI. Apple menuduh Tan meminta kandidat pekerjaan yang masih terikat kontrak dengan Apple untuk membawa komponen asli perangkat Apple ke sesi wawancara. Tujuannya agar tim hardware OpenAI bisa mengadakan sesi “show and tell” dan secara tidak langsung menyedot informasi rahasia lebih banyak.

Kaitan dengan io Products dan Jony Ive

Selain menyoroti dua individu, Apple juga memasukkan io Products sebagai pihak turut tergugat. Startup perangkat keras yang dipimpin oleh Jony Ive ini diakuisisi OpenAI tahun lalu, dan dalam gugatan disebut ikut complicit dalam pencurian rahasia dagang. Perlu dicatat bahwa berkas tersebut tidak menyebut nama Jony Ive secara pribadi, melainkan hanya menyoroti organisasi yang ia pimpin sebagai bagian dari pola pelanggaran di level institusi.

Apple meyakini bahwa pihaknya mungkin belum mengetahui sepenuhnya tingkat pelanggaran yang terjadi. Namun pernyataan dalam gugatan cukup tegas: dari staf teknis hingga chief hardware officer, OpenAI diklaim mencuri rahasia dagang Apple secara koordinatif.

Reaksi OpenAI atas Tuduhan

Hingga berita ini ditulis, OpenAI belum memberikan tanggapan formal melalui saluran pers terkait isi gugatan. Apple mengklaim pihaknya sudah mencoba menghubungi OpenAI mengenai kekhawatiran tersebut namun tidak mendapat respons. Namun, Drew Pusateri selaku direktur komunikasi strategis OpenAI membagikan pernyataan singkat di Twitter. Ia menulis bahwa perusahaannya tidak memiliki ketertarikan terhadap rahasia dagang perusahaan lain dan tetap fokus membangun teknologi inovatif.

Dampak pada Kerja Sama Apple Intelligence

Salah satu poin penting yang disisipkan Apple dalam berkas hukum adalah mengenai status kemitraan yang sudah berjalan. Apple menegaskan bahwa kesepakatan yang memungkinkan integrasi ChatGPT ke dalam perangkat Apple melalui Apple Intelligence tidak sedang dipermasalahkan. Tuduhan pencurian rahasia dagang disebut tidak memiliki koneksi dengan arrangement tersebut, sehingga pengguna mungkin tidak akan melihat dampak langsung pada layanan yang ada.

Kesimpulan

Gugatan Apple gugat OpenAI ini membuka babak baru dalam persaingan teknologi antara dua raksasa Silicon Valley. Dengan tuduhan bahwa bisnis hardware OpenAI “rotten to its core” dan keterlibatan io Products serta ratusan mantan karyawan Apple, kasus ini akan diawasi ketat oleh industri. Yang pasti, kerja sama ChatGPT di perangkat Apple tetap berjalan selama proses hukum berlangsung.

FAQ

Apa inti gugatan Apple terhadap OpenAI?

Apple menuduh OpenAI dan io Products mencuri rahasia dagang, termasuk melalui tindakan dua mantan karyawan Apple yang kini bekerja di sana. Apple juga menyebut proses rekrutmen OpenAI sengaja digunakan untuk menggali informasi rahasia perangkat keras yang belum dirilis.

Siapa saja mantan karyawan Apple yang disebut dalam gugatan?

Dua nama yang disebut adalah Chang Liu, mantan senior system electrical engineer, dan Tang Yew Tan, mantan VP yang sekarang menjabat Chief Hardware Officer OpenAI. Liu dituduh mengunduh puluhan berkas rahasia, sementara Tan dituduh meminta kandidat membawa komponen Apple ke wawancara.

Apakah integrasi ChatGPT di iPhone terdampak gugatan ini?

Tidak. Apple secara eksplisit menyatakan bahwa perjanjian integrasi ChatGPT ke dalam Apple Intelligence tidak menjadi bagian dari gugatan dan tidak ada hubungannya dengan tuduhan pencurian rahasia dagang. Layanan tersebut diperkirakan tetap beroperasi seperti biasa.

Artikel disusun redaksi dari laporan publik, ditulis ulang untuk pembaca Indonesia. Bukan review hands-on lab kami kecuali dinyatakan eksplisit.

Referensi: Apple calls OpenAI's hardware business 'rotten to its core' in trade secret theft lawsuit

AdSense Bawah Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *