Cyberpunk Edgerunners ‘Gemini’: Review Konsep Game 2.5D Brawler yang Dikabarkan Dibatalkan
Latar Belakang Proyek Gemini
Menurut laporan MP1st yang mengutip portofolio mantan pengembang WayForward, CD Projekt Red pernah merancang game kecil bertajudara Cyberpunk: Edgerunners dengan nama kode “Gemini”. Proyek ini dikembangkan dalam kolaborasi dengan WayForward, studio yang dikenal dengan seri River City Girls dan Shantae. Periode pengembangan tercatat berlangsung antara 2025 dan 2026, namun tampaknya proyek ini tidak pernah melampaui tahap prototipe awal.
Portofolio tersebut menyebutkan logo internal yang menggabungkan brand Edgerunners dengan nama kode Gemini. Informasi ini muncul secara tidak sengaja melalui jejak digital pengembang, bukan melalui pengumuman resmi dari CDPR atau WayForward. Kedua pihak belum mengonfirmasi atau membantah keberadaan proyek ini hingga artikel ini ditulis.
Desain Gameplay: 2.5D Brawler dengan Arsitektur Rollback
Dari catatan pengembang, Gemini divisikan sebagai game “rollback-driven” 2.5D brawler. Pilihan genre ini selaras dengan keahlian WayForward yang telah membangun pengalaman mendalam pada beat-’em-up modern seperti River City Girls. Arsitektur rollback-safe dan integrasi transport online menunjukkan bahwa multiplayer online dengan rollback netcode menjadi prioritas teknis sejak awal.
Rollback netcode adalah standar industri untuk game fighting dan brawler kompetitif modern karena meminimalkan latency yang terasa oleh pemain. Faktanya bahwa tim merancang arsitektur ini dari awal mengindikasikan ambisi untuk pengalaman multiplayer yang responsif, bukan sekadar mode kooperatif lokal. Namun, detail mengenai jumlah pemain, mode permainan, atau progresi karakter tidak terungkap dalam laporan ini.
Konteks: Di Balik Layar Pengembangan CDPR
Proyek Gemini muncul di masa yang sibuk bagi CD Projekt Red. Studio Polandia tersebut saat ini memfokuskan sumber daya utama pada Project Orion, nama kode untuk sekuel Cyberpunk 2077 yang dikembangkan oleh divisi baru di Boston. Di sisi lain, anime Cyberpunk: Edgerunners Season 2 dijadwalkan rilis akhir tahun ini, menjaga relevansi franchise di mata publik.
Keputusan untuk mengembangkan game skala kecil bersama studio eksternal seperti WayForward masuk akal sebagai eksperimen riset dan pengembangan (R&D). CDPR memiliki sejarah kolaborasi dengan studio luar β misalnya The Witcher 3: Wild Hunt port ke Switch oleh Saber Interactive. Namun, pembatalan di tahap prototipe menunjukkan bahwa konsep ini mungkin tidak memenuhi standar kualitas atau tidak selaras dengan arah strategis franchise.
Potensi Teknis: Kekuatan WayForward di Genre Brawler
WayForward membawa kredibilitas yang kuat untuk proyek 2.5D brawler. River City Girls (2019) dan sekuelnya menerima pujian untuk animasi mulus, sistem kombo yang memuaskan, dan netcode yang fungsional. Jika Gemini meneruskan DNA teknis tersebut, fondasi gameplaynya kemungkinan besar solid.
Namun, transisi dari IP milik sendiri (Shantae, River City Girls) ke franchise AAA seperti Cyberpunk menimbulkan tantangan unik. Kebutuhan untuk memenuhi standar visual, naratif, dan teknis CDPR β yang dikenal perfeksionis β bisa memperlambat iterasi atau memperluas cakupan proyek melebihi rencana awal “skala kecil”.
Perbandingan: Apa yang Diharapkan Pemain Cyberpunk
KitGuru dengan tepat menilai: “Gemini, jika nyata, terdengar seperti ide menarik, meski bukan tipe game yang dicari penggemar Cyberpunk 2077.” Pemain yang terbiasa dengan RPG dunia terbuka first-person dengan naratif cabang dan sistem RPG mendalam mungkin merasa game 2.5D brawler linier terlalu sederhana.
Di sisi lain, spin-off genre berbeda bukan hal baru di industri. Persona 5 Strikers (musou), Final Fantasy Tactics (SRPG), atau Hades (roguelike) membuktikan spin-off bisa memperkaya franchise. Keberhasilan bergantung pada eksekusi, bukan genre. Sayangnya, kita tidak akan pernah tahu eksekusi Gemini.
Pelajaran dari Pembatalan Prototipe
Pembatalan di tahap prototipe (bukan pra-produksi atau produksi penuh) sebenarnya praktik sehat di industri game. Biaya membatalkan proyek di tahap ini jauh lebih rendah dibanding meluncurkan produk berkualitas rendah yang merusak reputasi franchise. CDPR belajar keras dari peluncuran Cyberpunk 2077 yang bermasalah.
Faktanya proyek ini mencapai tahap prototipe dengan arsitektur rollback yang matang menunjukkan WayForward telah menyelesaikan pekerjaan teknis fondasional. Aset kode dan arsitektur tersebut mungkin dapat digunakan kembali untuk proyek lain di masa depan, baik di WayForward maupun CDPR.
Masa Depan Franchise Cyberpunk di Gaming
Meskipun Gemini dikabarkan dibatalkan, ekosistem Cyberpunk di gaming tetap berkembang. Project Orion berlangsung dengan tim inti yang termasuk pengembang veterannya The Witcher 3 dan Cyberpunk 2077. Anime Edgerunners Season 2 akan memperluas lore. Kemungkinan spin-off lain β baik internal maupun kolaborasi β tetap terbuka.
Bagi pemain, warisan Gemini mungkin hanya tinggal di catatan kaki sejarah pengembangan. Namun, keberadaannya membuktikan CDPR mengeksplorasi format game yang lebih beragam di luar RPG AAA, sinyal positif untuk kesehatan jangka panjang franchise.