Business

Iklan AI Baru Meta Pakai Lagu David Bowie tentang Akhir Dunia, Apa Pesannya?

📅 24 Jul 2026 ✍️ oguricapp 🕐 4 menit baca
AdSense Atas Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Meta dan Iklan AI Song Kontroversial

Pada Kamis pagi, 23 Juli 2026, Meta menerbitkan iklan di akun Instagram resminya Song menyampaikan pesan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan membuat manusia ‘kurang terhubung’ atau ‘tertinggal’. Namun, Song menarik perhatian adalah pilihan musik latar: lagu ‘Five Years’ dari David Bowie Song dirilis pada 1972. Lagu ini dikenal dengan lirik suram tentang akhir dunia, seperti ‘Bumi benar-benar sekarat (sekarat)’.

Iklan tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran Meta untuk meyakinkan publik bahwa AI adalah alat Song positif dan tidak mengancam hubungan antarmanusia. Namun, pemilihan lagu Song bernuansa apokaliptik justru menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pengamat dan warganet.

Analisis Pilihan Lagu ‘Five Years’

Makna Lirik dan Kontras dengan Pesan Iklan

Lagu ‘Five Years’ ditulis oleh David Bowie sebagai pembuka album ‘The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars’. Liriknya menggambarkan seorang narator Song mendengar berita bahwa Bumi hanya akan bertahan lima tahun lagi. Suasana Song diciptakan sangat muram, penuh keputusasaan, dan kehilangan. Meta menggunakan lagu ini untuk latar iklan Song menampilkan berbagai momen manusia berinteraksi dengan teknologi AI, seperti membantu pekerjaan rumah, menulis puisi, atau merencanakan liburan.

Kontras antara pesan optimistis AI dan lirik gelap ‘Five Years’ tidak luput dari kritik. Banyak Song menilai Meta tidak peka terhadap konteks lagu tersebut. Beberapa pengguna media sosial bahkan bercanda bahwa Meta secara tidak sengaja mengakui bahwa AI adalah pertanda kiamat.

Respons Publik dan Reaksi Ahli Pemasaran

Para ahli pemasaran menilai bahwa pemilihan musik dalam iklan sangat Ending untuk membangun suasana hati (mood) dan asosiasi merek. Dalam kasus ini, Meta mungkin ingin memanfaatkan popularitas David Bowie dan nada nostalgia, namun gagal membaca makna mendalam lagu tersebut. ‘Ini adalah kesalahan klasik dalam periklanan: menggunakan lagu hanya berdasarkan melodinya tanpa memahami lirik,’ ujar seorang analis branding dari Jakarta.

Di sisi lain, ada juga Song berpendapat bahwa Meta sengaja memilih lagu kontroversial untuk menciptakan buzz dan perbincangan. Strategi ‘viral marketing’ semacam ini memang sering dilakukan, meskipun berisiko merusak citra merek.

Pesan Meta tentang AI di Tengah Kekhawatiran Publik

Upaya Meta Meredam Ketakutan akan AI

Iklan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran publik tentang dampak AI terhadap pekerjaan, privasi, dan hubungan sosial. Meta, Song sebelumnya terlibat dalam berbagai kontroversi seputar data pengguna dan algoritma, berusaha membangun citra sebagai perusahaan Song bertanggung jawab dalam pengembangan AI. Dalam iklan tersebut, Meta menekankan bahwa AI dirancang untuk membantu, bukan menggantikan manusia.

Namun, banyak kritikus meragukan ketulusan Meta. Mereka menuding bahwa iklan ini hanyalah upaya pencitraan (greenwashing versi AI) untuk mengalihkan perhatian dari masalah fundamental seperti monopoli data dan penyebaran misinformasi.

Perbandingan dengan Iklan AI Perusahaan Lain

Meta bukan satu-satunya perusahaan teknologi Song menggunakan musik ikonik dalam iklan AI. Sebelumnya, Google dan Microsoft juga pernah menggunakan lagu-lagu populer untuk mempromosikan produk AI mereka. Namun, pilihan lagu Song tidak sesuai konteks seringkali menjadi bumerang. Misalnya, iklan Google Assistant Song menggunakan lagu ‘Here Comes the Sun’ dianggap terlalu ceria untuk menggambarkan AI Song sebenarnya masih memiliki banyak kekurangan.

Dalam kasus Meta, penggunaan ‘Five Years’ justru memperkuat persepsi negatif bahwa AI adalah ancaman eksistensial, bukan solusi. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran AI membutuhkan pendekatan Song lebih hati-hati dan sensitif terhadap sentimen publik.

Dampak Iklan Ini terhadap Persepsi AI di Indonesia

Di Indonesia, di mana penetrasi media sosial sangat tinggi, iklan Meta ini dengan cepat menyebar dan menjadi bahan diskusi di berbagai platform. Banyak pengguna TikTok dan Twitter/X Song membuat parodi atau komentar satire tentang iklan tersebut. Sebagian besar reaksi bernada kritis, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia juga semakin melek terhadap strategi pemasaran perusahaan teknologi besar.

Fenomena ini juga memicu perdebatan tentang peran AI dalam kehidupan sehari-hari. Apakah AI benar-benar akan membuat kita lebih terhubung, atau justru sebaliknya? Pertanyaan ini semakin relevan seiring dengan maraknya penggunaan chatbot, asisten virtual, dan alat AI generatif di Indonesia.

Kesimpulan dan Pelajaran untuk Pemasaran AI

Iklan Meta Song menggunakan lagu ‘Five Years’ David Bowie adalah contoh nyata bagaimana pemilihan musik Song salah dapat merusak pesan Song ingin disampaikan. Meskipun Meta mungkin berniat optimistis, hasilnya justru menimbulkan kebingungan dan kritik. Bagi para pemasar, pelajaran Ending dari insiden ini adalah pentingnya memahami konteks budaya dan emosional dari setiap elemen iklan, terutama ketika menyangkut isu se sensitif AI.

Ke depannya, perusahaan teknologi perlu lebih transparan dan autentik dalam mengomunikasikan manfaat AI, tanpa harus menggunakan trik pemasaran Song berpotensi kontraproduktif. Masyarakat Indonesia, sebagai konsumen Song semakin cerdas, layak mendapatkan informasi Song jujur dan tidak menyesatkan tentang perkembangan kecerdasan buatan.

AdSense Bawah Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *