Business

Mengapa Anthropic Mendorong Negara Bagian untuk Mempercepat Regulate AI

📅 19 Jul 2026 ✍️ oguricapp 🕐 5 menit baca
AdSense Atas Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Latar Belakang: Langkah Awal Regulate AI di AS

Pada tahun 2025, Anthropic, perusahaan pengembang model kecerdasan buatan (AI) terkemuka di balik Claude, secara resmi mendukung undang-undang keselamatan AI perbatasan (frontier AI safety laws) pertama di Amerika Serikat. Dukungan tersebut diberikan untuk undang-undang transparansi AI yang disahkan di California dan New York. Namun, menurut Cesar Fernandez, kepala hubungan pemerintah negara bagian dan lokal Anthropic, Regulate tersebut mungkin sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Fernandez mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan WIRED bahwa sejak undang-undang tersebut disahkan, lanskap AI telah berubah secara dramatis. Model-model AI baru yang lebih canggih muncul setiap beberapa bulan, dan risiko yang terkait dengan penyalahgunaannya juga ikut berkembang. Oleh karena itu, Anthropic kini mendorong negara bagian lain di AS untuk mengadopsi kerangka Regulate yang lebih cepat dan lebih adaptif.

Mengapa Regulate Cepat Diperlukan?

Kecepatan Perkembangan AI Melampaui Kebijakan

Salah satu alasan utama mengapa Anthropic mendorong percepatan Regulate adalah karena siklus pengembangan AI yang sangat singkat. Undang-undang yang dirancang setahun yang lalu mungkin sudah tidak mampu mengatasi tantangan yang muncul saat ini. Misalnya, persyaratan transparansi yang mewajibkan perusahaan AI untuk mengungkapkan data pelatihan dan pengujian keamanan model mungkin sudah tidak cukup untuk mengatasi model AI generasi terbaru yang mampu melakukan penalaran kompleks dan menghasilkan kode berbahaya.

“Kami melihat bahwa undang-undang yang ada saat ini, meskipun merupakan langkah awal yang baik, mungkin sudah ketinggalan zaman,” kata Fernandez. “Kami perlu kerangka kerja yang bisa diperbarui dengan cepat, bukan undang-undang yang memakan waktu bertahun-tahun untuk diubah.”

Pendekatan Federal yang Lambat

Di tingkat federal, Kongres AS masih belum mencapai konsensus mengenai undang-undang AI yang komprehensif. Hal ini membuat negara bagian menjadi arena utama bagi Regulate AI. Namun, pendekatan negara bagian yang berbeda-beda dapat menciptakan fragmentasi Regulate yang justru menyulitkan perusahaan AI untuk mematuhi aturan yang berbeda di setiap wilayah.

Anthropic mengusulkan agar negara bagian mengadopsi model Regulate yang lebih terstandarisasi, dengan fokus pada transparansi, pengujian keamanan independen, dan mekanisme pelaporan insiden. Model ini bisa menjadi cetak biru yang kemudian diadopsi oleh negara bagian lain, sehingga menciptakan keseragaman tanpa harus menunggu tindakan federal.

Dukungan Anthropic untuk California dan New York

Undang-Undang Transparansi AI California

California adalah negara bagian pertama yang mengesahkan undang-undang transparansi AI yang mewajibkan pengembang model AI besar untuk mengungkapkan informasi tentang data pelatihan, pengujian keamanan, dan potensi risiko. Anthropic mendukung penuh undang-undang ini karena dianggap memberikan kerangka kerja yang jelas bagi industri.

Namun, Fernandez mencatat bahwa undang-undang tersebut tidak mencakup persyaratan untuk pengujian model secara real-time atau kewajiban untuk melaporkan insiden keamanan dalam waktu singkat. Ini adalah celah yang perlu segera diisi.

Undang-Undang AI New York

New York mengikuti jejak California dengan mengesahkan undang-undang serupa, tetapi dengan fokus tambahan pada perlindungan konsumen dan hak privasi. Anthropic juga mendukung undang-undang ini, tetapi kembali menekankan perlunya pembaruan berkala.

“Kami tidak ingin undang-undang ini menjadi penghalang inovasi, tetapi juga tidak boleh menjadi alat yang tidak efektif,” ujar Fernandez. “Keseimbangan harus terus dievaluasi.”

Strategi Anthropic: Mendorong Negara Bagian Lain

Lobi dan Advokasi di Tingkat Negara Bagian

Anthropic kini aktif melakukan lobi di beberapa negara bagian lain, termasuk Washington, Oregon, Colorado, dan Massachusetts, untuk mendorong adopsi undang-undang AI yang lebih modern. Perusahaan ini juga bekerja sama dengan kelompok advokasi keselamatan AI dan akademisi untuk merancang kerangka Regulate yang lebih responsif.

Salah satu proposal utama Anthropic adalah pembentukan badan pengawas AI di tingkat negara bagian yang memiliki wewenang untuk memperbarui persyaratan Regulate setiap enam bulan atau setahun sekali, tanpa harus melalui proses legislatif yang panjang. Badan ini akan terdiri dari ahli teknis, etika, dan perwakilan publik.

Kolaborasi dengan Pemerintah dan Industri

Selain melobi legislator, Anthropic juga mengadakan dialog dengan perusahaan AI lain, termasuk OpenAI dan Google DeepMind, untuk menyepakati standar minimum yang bisa diterapkan di semua negara bagian. Ini adalah upaya untuk menghindari fragmentasi Regulate yang merugikan semua pihak.

“Kami percaya bahwa industri harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya objek Regulate,” kata Fernandez. “Dengan berkolaborasi, kita bisa menciptakan aturan yang efektif tanpa menghambat inovasi.”

Tantangan dan Kritik

Kekhawatiran Overregulasi

Tidak semua pihak setuju dengan langkah cepat yang didorong Anthropic. Beberapa kelompok industri dan akademisi khawatir bahwa Regulate yang terlalu ketat dan cepat justru akan menghambat pengembangan AI di AS, terutama jika dibandingkan dengan negara lain seperti China atau Uni Eropa.

Mereka berargumen bahwa Regulate harus didasarkan pada bukti empiris dan dampak nyata, bukan pada skenario hipotetis yang belum terbukti. Selain itu, Regulate yang terlalu sering berubah dapat menciptakan ketidakpastian bagi investor dan startup AI.

Masalah Implementasi di Tingkat Negara Bagian

Tantangan lain adalah kapasitas sumber daya manusia dan teknis di tingkat negara bagian. Banyak negara bagian tidak memiliki staf ahli yang cukup untuk mengawasi dan menegakkan Regulate AI yang kompleks. Hal ini bisa menyebabkan Regulate hanya menjadi dokumen tanpa pengawasan yang efektif.

Fernandez mengakui tantangan ini dan mengatakan bahwa Anthropic siap membantu negara bagian dalam membangun kapasitas melalui program pelatihan dan pendanaan teknis.

Implikasi bagi Industri AI Global

Langkah Anthropic ini memiliki implikasi luas bagi industri AI global. Jika negara bagian AS berhasil mengadopsi kerangka Regulate yang cepat dan adaptif, hal ini bisa menjadi model bagi negara lain, termasuk Indonesia, yang sedang merumuskan kebijakan AI-nya sendiri.

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) sedang menyusun rancangan undang-undang AI yang diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat. Pelajaran dari pengalaman AS, baik keberhasilan maupun kegagalannya, bisa menjadi referensi berharga bagi pembuat kebijakan di Tanah Air.

Selain itu, perusahaan AI yang beroperasi di Indonesia, seperti pengembang model bahasa lokal atau penyedia layanan AI, juga perlu mempersiapkan diri menghadapi Regulate yang semakin ketat. Memahami standar transparansi dan keamanan yang didorong oleh Anthropic bisa menjadi langkah awal yang baik.

Kesimpulan

Anthropic mendorong negara bagian AS untuk mempercepat Regulate AI karena undang-undang yang ada saat ini dianggap sudah ketinggalan zaman akibat perkembangan teknologi yang sangat cepat. Perusahaan ini mengusulkan kerangka Regulate yang lebih adaptif, dengan pembaruan berkala dan pengawasan oleh badan independen. Meskipun menghadapi tantangan overregulasi dan kapasitas sumber daya, langkah ini bisa menjadi cetak biru bagi kebijakan AI di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Para pemangku kepentingan di industri AI perlu mengikuti perkembangan ini untuk memastikan kepatuhan dan kesiapan menghadapi era Regulate AI yang lebih ketat.

AdSense Bawah Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *