Mengenal Bronyx AI, Platform Penetration Testing Otomatis Berbasis AI Karya Anak Bangsa
ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Solusi Penetration Testing Otomatis Berbasis AI
ITSEC Asia kembali menunjukkan inovasinya di industri keamanan siber dengan memperkenalkan Bronyx AI, platform AI-assisted automated penetration testing yang dikembangkan sepenuhnya di Indonesia. Solusi ini dirancang untuk membantu perusahaan melakukan pengujian keamanan siber (penetration testing) secara jauh lebih cepat tanpa mengurangi kualitas analisis dari tenaga ahli.
Peluncuran Bronyx AI berlangsung di Jakarta, sekaligus menegaskan langkah strategis ITSEC Asia dalam memperluas bisnis dari penyedia layanan cyber security menjadi pengembang teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).
Bronyx AI Jawab Tantangan Ancaman Siber yang Semakin Kompleks
Perkembangan Artificial Intelligence telah mengubah berbagai sektor industri, termasuk dunia keamanan digital. Namun di sisi lain, teknologi AI juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk meningkatkan skala dan kecepatan serangan. Kondisi tersebut membuat perusahaan membutuhkan solusi penetration testing otomatis yang mampu mengikuti perubahan infrastruktur digital sekaligus mendeteksi celah keamanan secara lebih cepat.
Menjawab kebutuhan itu, ITSEC Asia menghadirkan Bronyx AI, platform yang mengombinasikan kecerdasan buatan dengan pengalaman para profesional keamanan siber sehingga proses audit keamanan dapat diselesaikan hanya dalam hitungan jam.
Dikerjakan oleh Talenta Indonesia dengan Standar Global
Peluncuran Bronyx AI turut dihadiri Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana, serta Anggota Dewan Etik Asosiasi Fintech Indonesia Yudho Giri Sucahyo. Dalam kesempatan tersebut, ITSEC Asia mendemonstrasikan bagaimana agen AI pada Bronyx AI mampu menjalankan berbagai tahapan pengujian keamanan secara otomatis.
Platform ini dikembangkan berdasarkan pengalaman ITSEC Asia selama lebih dari 16 tahun menangani proyek keamanan siber di berbagai sektor industri. Dengan dukungan lebih dari 400 tenaga profesional keamanan siber, perusahaan merancang Bronyx AI berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi selama proses penetration testing.
Bronyx AI Mampu Melakukan Full Scan Mulai 14 Menit
Berbeda dari vulnerability scanner konvensional yang hanya mendeteksi potensi kerentanan, Bronyx AI memanfaatkan AI Agent yang mampu menganalisis hasil pengujian secara aktif sebelum menentukan langkah pengujian berikutnya. Platform ini mampu menjalankan berbagai proses penting, antara lain:
- Network reconnaissance
- Vulnerability assessment
- Configuration review
- Pengujian keamanan web application
- Pengujian API security
- Penyusunan Security Assessment Report lengkap dengan skor CVSS dan rekomendasi remediasi
Dalam pengujian internal di laboratorium ITSEC Asia, Bronyx AI berhasil menyelesaikan proses Full Scan mulai dari 14 menit hingga sekitar 4 jam, bergantung pada kompleksitas sistem yang diuji. Waktu tersebut jauh lebih singkat dibanding metode penetration testing konvensional yang umumnya membutuhkan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
ITSEC Asia Tetap Libatkan Pakar Keamanan Siber
President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menegaskan bahwa AI bukanlah pengganti tenaga profesional, melainkan teknologi yang mempercepat proses analisis keamanan. “Kecepatan perkembangan teknologi dan ancaman siber menghadirkan tantangan baru bagi organisasi. Infrastruktur digital terus berkembang, sementara proses pengujian keamanan membutuhkan waktu dan keahlian khusus. Melalui Bronyx AI, kami ingin membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam tanpa menghilangkan keterlibatan tenaga ahli keamanan siber,” jelas Patrick.
Ia menambahkan bahwa Bronyx AI dibangun berdasarkan pengalaman nyata tim ITSEC Asia dalam menangani berbagai kebutuhan keamanan digital di banyak industri. Menurutnya, kecepatan AI harus tetap diimbangi kualitas analisis, validasi profesional, serta akuntabilitas hasil pengujian.
Mengusung Konsep Human in the Loop
Salah satu keunggulan utama Bronyx AI adalah penerapan konsep Human in the Loop (HITL). Melalui pendekatan ini, setiap temuan dengan tingkat risiko High maupun Critical akan diverifikasi langsung oleh konsultan keamanan siber ITSEC Asia sebelum laporan akhir diberikan kepada pelanggan. Pendekatan tersebut memastikan bahwa AI berfungsi mempercepat proses teknis, sementara keputusan yang membutuhkan analisis mendalam tetap dilakukan oleh tenaga ahli.
Laporan keamanan yang dihasilkan juga menggunakan standar Security Assessment Report milik ITSEC Asia yang selama ini digunakan pada layanan penetration testing perusahaan.
Pemerintah Apresiasi Inovasi AI Buatan Indonesia
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, mengapresiasi inovasi yang dilakukan ITSEC Asia. Menurutnya, pengembangan solusi AI lokal menjadi bukti bahwa talenta Indonesia mampu menciptakan teknologi yang kompetitif di tingkat global sekaligus menjawab kebutuhan industri nasional. Ia juga menilai perkembangan AI harus selalu diimbangi dengan penguatan aspek keamanan siber agar transformasi digital dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan.
Keamanan Data Menjadi Prioritas Bronyx AI
Selain mengedepankan kecepatan, ITSEC Asia juga memastikan keamanan data pelanggan menjadi prioritas utama. Setiap pengujian hanya dilakukan terhadap aset yang telah memperoleh otorisasi tertulis sesuai ruang lingkup yang disepakati bersama pelanggan. Saat ini Bronyx AI mendukung pengujian terhadap:
- Web application
- API
- Network range
Seluruh data pelanggan disimpan secara terisolasi. Seluruh keys dan credentials dienkripsi, sementara hasil pengujian tidak akan digunakan untuk melatih model AI tanpa persetujuan tertulis dari pelanggan. Bronyx AI juga tersedia dalam dua pilihan implementasi, yaitu melalui layanan cloud.
Dengan kehadiran Bronyx AI, ITSEC Asia tidak hanya memperkuat ekosistem keamanan siber nasional, tetapi juga membuktikan bahwa inovasi AI buatan Indonesia mampu bersaing di tingkat global.