Sains

BRIN Kembangkan Tepung Singkong sebagai Alternatif Pemadam Kebakaran Hutan yang Ramah Lingkungan

πŸ“… 29 Aug 2026 ✍️ oguricapp πŸ• 3 menit baca
AdSense Atas Artikel β€” slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Inovasi Lokal untuk Mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi musuh musiman yang tiap tahun mengancam ekosistem serta kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya pemadaman konvensional mengandalkan air dan bahan kimia sintetis yang mahal serta berpotensi mencemari lingkungan. Menjawab tantangan itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan solusi berbasis bahan baku lokal: tepung singkong.

Mengapa Tepung Singkong?

Singkong (Manihot esculenta) tumbuh subur di kawasan tropis dan tersedia melimpah di Indonesia. Tepung singkong mengandung pati yang bersifat hidrokolloid β€” mampu menyerap air dalam jumlah besar dan membentuk gel. Sifat inilah yang dimanfaatkan BRIN untuk menciptakan aditif pemadam yang memperkuat performa air.

Mekanisme Kerja

Saat tepung singkong dicampurkan ke dalam air pemadam, partikel pati mengembang dan membentuk lapisan gel tipis di permukaan bahan bakar (dedaunan kering, gambut, ranting). Lapisan gel ini berfungsi dua arah: (1) mengurangi evaporasi air sehingga air lebih lama tetap di zona api, dan (2) mencegah oksigen mencapai bahan bakar, sehingga api sulit menyala kembali.

Hasil Uji Laboratorium dan Lapangan

Menurut peneliti BRIN, uji laboratorium menunjukkan peningkatan efektivitas pemadaman hingga 30–40 % dibandingkan air murni. Waktu padam api percobaan skala kecil berkurang signifikan, dan konsumsi air turun karena efisiensi penyebaran gel. Uji lapangan di lahan gambut Kalimantan Tengah (musim kemarau 2025) mengonfirmasi hasil serupa: tim pemadam melaporkan area rekamar (hotspot ulang) menurun drastis pada titik yang disemprotkan larutan tepung singkong.

Keunggulan dibanding Bahan Kimia Sintetis

  • Biodegradable: Tepung singkong terurai alami dalam minggu tanpa meninggalkan residu toksik di tanah dan air.
  • Biaya rendah: Harga bahan baku hanya pecahan dari pemadam komersial berbasis fluoroprotein atau ammonium polyphosphate.
  • Ketersediaan lokal: Mengurangi ketergantungan impor dan mendukung perekonomian petani singkong.
  • Aman bagi operator: Tidak mengandung zat korosif atau iritan kulit/pernapasan.

Tantangan dan Langkah Selanjutnya

Meski prospective, beberapa tantangan harus diselesaikan sebelum adopsi massal:

1. Stabilitas Simpan

Larutan tepung singkong bersifat organik sehingga rentan fermentasi jika disimpan lama. BRIN sedang mengembangkan formulasi pengawet alami (seperti ekstrak daun sirih atau asam sitrat) serta kemasan vakum untuk memperpanjang shelf life hingga 12 bulan.

2. Kompatibilitas Peralatan

Viskositas gel lebih tinggi dari air murni, memerlukan penyemprot (nozzle) dengan diameter lebih besar atau pompa tekanan lebih tinggi. Tim rekayasa BRIN berkolaborasi dengan industri pompa kebakaran domestik untuk merancang nozzle standar baru.

3. Standarisasi dan Sertifikasi

Produk harus memenuhi SNI serta sertifikasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebelum didistribusikan ke BPBD dan Manggala Agni se-Indonesia.

Dampak Sosial-Ekonomi dan Ekologis

Adopsi teknologi ini menciptakan rantai nilai baru: petani singkong di Jawa, Lampung, dan Sulawesi mendapatkan pasar jaminan harga; pabrik tepung skala menengah (UKM) memperoleh pesanan institusional; dan anggaran pemadam daerah bisa dialokasikan lebih efisien. Secara ekologis, pengurangan bahan kimia sintetis melindungi kualitas air tanah dan keanekaragaman hayati di kawasan gambut.

Kesimpulan

Inovasi tepung singkong dari BRIN membuktikan bahwa solusi berbasis bahan baku lokal mampu bersaing dengan teknologi impor, bahkan unggul pada aspek biaya, keberlanjutan, dan kemudahan produksi. Dengan dukungan kebijakan β€” mulai dari standarisasi, insentif UKM, hingga pengadaan massal oleh BNPB dan BPBD β€” Indonesia punya peluang besar mengurangi kerugian karhutla sambil memberdayakan ekonomi pedesaan. Langkah selanjutnya adalah uji skala penuh di musim kemarau 2026 dan penetapan peraturan menteri yang mengakui tepung singkong sebagai pemadam standar nasional.

AdSense Bawah Artikel β€” slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *