ITSEC Luncurkan Cyber & AI Academy, Targetkan Talenta Digital Indonesia Siap Hadapi Ancaman Siber dan Era AI
ITSEC Asia Resmikan Akademi Cyber & AI di Jakarta
ITSEC Asia secara resmi meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di Jakarta, menandai langkah strategis perusahaan untuk memperkuat ekosistem talenta digital Indonesia. Inisiatif ini hadir di tengah percepatan transformasi digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI) yang menuntut ketersediaan sumber daya manusia berkualitas di bidang keamanan siber dan pengembangan AI.
Mengusung pengalaman 16 tahun di industri keamanan siber, akademi ini dirancang bukan sekadar tempat belajar teori. Pendekatan utamanya berbasis praktik, pengalaman dunia nyata, serta teknologi simulasi yang disesuaikan dengan kebutuhan profesional dan organisasi. Kehadiran akademi dinilai relevan mengingat AI membuka peluang baru sekaligus menghadirkan tantangan keamanan, tata kelola, dan kebutuhan kompetensi khusus.
Kesenjangan 6 Juta Talenta Digital Menuju 2030
Perkembangan ekonomi digital mendorong kebutuhan tenaga profesional yang mampu mengembangkan sekaligus mengamankan teknologi. Organisasi kini mencari talenta yang tidak hanya memahami penanganan ancaman siber, tetapi juga mampu menguji ketahanan sistem, membangun solusi berbasis AI, dan memahami aspek keamanan serta tata kelola teknologi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menegaskan pengembangan talenta digital memerlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan. “Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini kita baru memiliki sekitar 3 juta. Kesenjangan ini tidak dapat diatasi oleh pemerintah sendiri,” ujar Nezar. Ia menilai inisiatif seperti ITSEC Cyber & AI Academy dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan talenta di bidang cybersecurity dan AI.
Pengalaman 16 Tahun Dibawa ke Sektor Pendidikan
Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah membantu berbagai organisasi menghadapi tantangan keamanan digital. Kini pengalaman tersebut dibawa ke pengembangan sumber daya manusia melalui akademi ini. President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyatakan akademi merupakan bagian dari komitmen perusahaan menyiapkan generasi baru yang menjaga keamanan ekosistem digital Indonesia.
“Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah berada di garis depan cybersecurity. Sekarang kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan talenta yang akan menjadi bagian dari generasi berikutnya yang menjaga masa depan digital Indonesia,” kata Patrick. Ia menambahkan perkembangan cybersecurity dan AI yang sangat cepat membutuhkan lebih banyak profesional dengan kemampuan praktis.
Dua Fokus Utama: Defend & Attack serta Build & Govern
ITSEC Cyber & AI Academy mengusung filosofi “We don’t just train defenders. We create them.” Pendekatan pembelajaran bersifat practitioner-led dengan pengalaman praktis sebagai bagian utama pengembangan kompetensi. Peserta menjalani proses asesmen, pembelajaran, praktik, hingga evaluasi agar kompetensi dapat diterapkan dalam skenario menyerupai kondisi dunia kerja.
Cybersecurity Academy: Defend & Attack
Program ini berfokus pada kemampuan memahami, menguji, mempertahankan, dan merespons ancaman siber. Peserta mendapatkan perspektif defensif dan ofensif untuk memahami bagaimana sistem dilindungi serta bagaimana kerentanan ditemukan dan diuji. Pendekatan ini menjawab kebutuhan industri akan profesional yang tidak hanya menjaga sistem, tetapi juga memahami pola serangan yang mungkin dihadapi organisasi.
AI Academy: Build & Govern
Program kedua berfokus pada kemampuan membangun, menerapkan, dan mengelola teknologi AI dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan tata kelola. Hal ini menjawab kebutuhan organisasi yang semakin banyak memanfaatkan AI dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan. Peserta diajarkan tidak hanya cara membangun dan menggunakan AI, tetapi juga menerapkannya secara aman dan bertanggung jawab.
Ekosistem Teknologi: AKSI, CAKRA, SAKTI, PERISAI, JAGA
Salah satu pembeda akademi ini adalah ekosistem teknologi yang mendukung perjalanan pembelajaran. President Director ITSEC Cyber & AI Academy, Yulius C. Rusli, menjelaskan program dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata profesional di lapangan. “Peserta tidak hanya mempelajari konsep cybersecurity dan AI, tetapi juga mendapatkan kesempatan menguji kemampuan melalui asesmen, pembelajaran adaptif, dan simulasi yang dirancang menyerupai kondisi pekerjaan,” ujar Yulius.
Ekosistem tersebut mencakup beberapa platform: AKSI untuk mengukur kompetensi, CAKRA, SAKTI, PERISAI, hingga JAGA. AKSI (Assessment of Knowledge, Skills, and Intelligence) berfungsi sebagai alat ukur kompetensi peserta sebelum dan selama program berlangsung, memastikan jalur pembelajaran disesuaikan dengan tingkat kemampuan individu.
Dengan peluncuran ini, ITSEC Asia bertujuan berkontribusi nyata mengisi kesenjangan talenta digital Indonesia, sekaligus memastikan generasi profesional baru siap menghadapi lanskap ancaman siber yang semakin kompleks dan era AI yang tak terhindarkan.