Teknologi

Pertama Kalinya, Pendorong Roket China Zhuque-3 Y2 Berhasil Mendarat Vertikal

📅 20 Aug 2026 ✍️ oguricapp 🕐 4 menit baca
AdSense Atas Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

LandSpace Cetak Sejarah dengan Pendaratan Vertikal Zhuque-3 Y2

Perusahaan antariksa komersial China, LandSpace, baru saja meraih pencapaian besar dalam industri penerbangan antariksa. Pada Rabu, 19 Agustus 2026, pendorong roket orbital Zhuque-3 Y2 berhasil melakukan pendaratan vertikal untuk pertama kalinya. Keberhasilan ini menempatkan LandSpace sebagai perusahaan swasta ketiga di dunia—setelah SpaceX dan Blue Origin—yang mampu mendaratkan kembali pendorong roket kelas orbital.

Detail Misi Peluncuran dan Pendaratan

Peluncuran dari Fasilitas Dongfeng

Roket Zhuque-3 Y2 diluncurkan dari fasilitas peluncuran LandSpace di Dongfeng pada pukul 07.35 waktu Beijing (06.35 WIB). Peluncuran ini merupakan bagian dari program pengembangan roket yang dapat digunakan kembali (reusable) oleh perusahaan yang berkantor di Beijing tersebut.

Pendaratan di Provinsi Gansu

Sekitar enam menit setelah lepas landas, tahap pertama roket Zhuque-3 Y2 berhasil mendarat vertikal di area yang ditentukan di Provinsi Gansu. Lokasi pendaratan berjarak sekitar 390 kilometer dari titik peluncuran. Presisi pendaratan ini menunjukkan kematangan sistem navigasi, kendali, dan propulsion LandSpace.

Signifikansi bagi Industri Antariksa China dan Global

Menyusul Jejak SpaceX dan Blue Origin

Sebelum LandSpace, hanya dua perusahaan swasta yang berhasil melakukan pendaratan vertikal pendorong roket orbital: SpaceX dengan Falcon 9 dan Falcon Heavy, serta Blue Origin dengan New Shepard (meski New Shepard bersifat suborbital, New Glenn yang orbital belum terbang). Keberhasilan LandSpace menandakan bahwa kemampuan roket reusable sudah tersebar ke lebih banyak pemainkan global, bukan lagi monopoli perusahaan AS.

Percepatan Program Antariksa Komersial China

Pemerintah China sejak beberapa tahun lalu mendorong pengembangan sektor antariksa komersial (commercial space) melalui kebijakan “New Space”. LandSpace, bersama iSpace, Galactic Energy, dan Deep Blue Aerospace, menjadi pelopor gelombang startup roket China. Keberhasilan Zhuque-3 Y2 memperkuat posisi China sebagai pemain besar dalam ekonomi ruang angka global.

Teknologi di Balik Zhuque-3

Desain Roket dan Mesin

Zhuque-3 adalah roket dua tahap dengan tinggi sekitar 76,6 meter dan diameter 4,5 meter. Tahap pertama didorong oleh sembilan mesin TQ-12 yang menggunakan bahan bakar metana cair (liquid methane) dan oksigen cair (LOX). Pemilihan metana memberikan keuntungan: lebih bersih dibanding kerosen, lebih padat dibanding hidrogen, dan memudahkan pengisian ulang untuk misi reusable.

Sistem Pendaratan Vertikal

Sistem pendaratan melibatkan pembakaran mundur (retropropulsion) menggunakan subset mesin TQ-12, kaki pendaratan yang dapat dilipat, serta sistem navigasi inersial dan GPS presisi tinggi. Selama enam menit penerbangan, roket melakukan manuver flip, boostback burn, entry burn, dan landing burn—profil mirip Falcon 9.

Implikasi Ekonomi dan Strategis

Penurunan Biaya Peluncuran

Rocket reusable adalah kunci penurunan drastis biaya per kilogram payload ke orbit. SpaceX telah membuktikan Falcon 9 reusable menurunkan biaya peluncuran ke kisaran $2.700–3.000 per kg ke LEO, jauh di bawah roket sekali pakai tradisional yang bisa mencapai $10.000–20.000 per kg. Jika LandSpace berhasil mengoperasikan Zhuque-3 secara rutin dengan reusable, biaya akses ke orbit bagi pelanggan China dan internasional akan semakin kompetitif.

Kemandirian Akses Ruang Angkasa

Bagi China, kemampuan roket reusable buatan sendiri mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan memperkuat ketahanan strategis di sektor satelit komunikasi, penginderaan jarak jauh, navigasi, dan misi ilmiah bulan/Mars.

Tantangan di Depan

Dari Demo ke Operasional Rutin

Pendaratan sukses sekali hanyalah langkah awal. Tantangan besar LandSpace adalah mengulang keberhasilan dengan turnaround time singkat (hari, bukan bulan), memverifikasi keandalan mesin TQ-12 setelah banyak siklus terbang, dan membangun jalur produksi yang skalabel. SpaceX butuh bertahun-tahun untuk mencapai keandalan Falcon 9 Block 5 yang bisa terbang 20+ kali dengan inspeksi minimal.

Persaingan Domestik dan Internasional

Di China, pesaing seperti iSpace (Hyperbola-3), Galactic Energy (Pallas-1), dan Deep Blue Aerospace (Nebula-1) juga mengembangkan roket reusable metana/LOX. Secara global, Rocket Lab (Neutron), Relativity Space (Terran R), dan ULA (Vulcan dengan pengambilan mesin) bersaing di segmen menengah yang sama.

Kesimpulan

Keberhasilan pendaratan vertikal Zhuque-3 Y2 menandai titik balik bagi industri antariksa komersial China. LandSpace membuktikan bahwa teknologi roket reusable kelas orbital sudah dikuasai di luar ekosistem AS. Jika diikuti oleh operasi rutin yang andal dan murah, pencapaian ini bisa mempercepat demokratisasi akses ke ruang angkasa—membuka peluang baru untuk satelit kecil, riset mikro-gravitasi, dan eksplorasi bulan yang lebih terjangkau.

Artikel ini disusun berdasarkan laporan CNN Indonesia tanggal 19 Agustus 2026.

AdSense Bawah Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *