Console

Marvel’s Guardians of the Galaxy: Encore Edition di Switch 2 — Kesempatan Kedua yang Layak Ditunggu

📅 11 Sep 2026 ✍️ oguricapp 🕐 8 menit baca
AdSense Atas Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Latar Belakang: Dari Kegagalan Komersial ke Kesempatan Kedua

Marvel’s Guardians of the Galaxy dirilis pertama kali pada Oktober 2021 di PlayStation, Xbox, dan PC. Game ini dikembangkan oleh Eidos-Montréal dan dipublikasikan Square Enix. Saat peluncuran, game mendapat pujian universal dari kritikus untuk narasi yang kuat, dinamika tim yang autentik, dan sistem pilihan yang bermakna. Metacritic mencatat skor 80-83 tergantung platform, dan game ini memenangkan beberapa penghargaan termasuk Best Narrative di The Game Awards 2021.

Namun, performa penjualan tidak memenuhi ekspektasi Square Enix. Publisher melaporkan bahwa game ini “underperformed” secara komersial, sebagian besar karena dirilis terlalu dekat dengan Marvel’s Avengers — game live-service yang diluncurkan setahun sebelumnya dan gagal total. Bayangan kegagalan Avengers menutupi Guardians, membuat banyak pemain skeptis meskipun keduanya berbeda fundamental: Guardians adalah single-player naratif murni, tanpa mikrotransaksi atau grind live-service.

Empat tahun kemudian, Nintendo mengumumkan Encore Edition secara eksklusif untuk Switch 2 selama Nintendo Direct terbaru. Rilis dijadwalkan 5 November 2025. Ini bukan sekadar port biasa: edisi ini hadir dengan mode visual ganda, kostum glam rock eksklusif, dan semua DLC yang sudah dirilis. Bagi banyak pemilik Switch 2 yang melewatkan game ini saat rilis awal, ini adalah kesempatan emas untuk merasakan salah satu game superhero terbaik generasi sebelumnya.

Gameplay Inti: Star-Lord dan Dinamika Tim

Anda bermain sebagai Peter Quill alias Star-Lord, pemimpin Guardians of the Galaxy. Berbeda dengan game superhero lain di mana Anda mengontrol seluruh tim, di sini Anda hanya mengontrol Star-Lord secara langsung. Anggota tim lain — Gamora, Drax, Rocket, dan Groot — dikontrol AI namun bisa diberi perintah taktis selama pertarungan melalui sistem “Command”.

Sistem pertarungan berfokus pada sinergi tim. Star-Lord memiliki blaster dual, jet boot untuk mobilitas udara, dan kemampuan elemen (electric, ice, fire, wind) yang dibuka seiring progresi. Setiap Guardian memiliki peran khas: Gamora untuk damage burst, Drax untuk stagger enemy, Rocket untuk area damage, dan Groot untuk crowd control. Anda memerintahkan mereka dengan menahan tombol L1/LB lalu memilih target dan abilitas. Kooldown singkat mendorong penggunaan aktif, bukan sekadar menyimpan untuk boss.

Di luar pertarungan, game berjalan linier dengan area semi-terbuka untuk eksplorasi ringan dan teka-teki sederhana. Kekuatan game ada pada percakapan tim — banter saat berjalan, dialog saat eksplorasi, dan argumen saat naik Milano. Sistem pilihan naratif muncul di momen kunci: keputusan Anda memengaruhi hubungan tim, dialog, dan beberapa cabang cerita, meskipun ending utama tetap sama. Ini menciptakan ilusi agency yang meyakinkan tanpa memecah Gaming cerita.

Mode Visual Switch 2: Quality vs Performance

Eidos-Montréal mengonfirmasi dua mode visual untuk mode docked: Quality (1440p, 30 FPS) dan Performance (1080p, 40 FPS). Kedua mode menargetkan output 4K via upscaling, kemungkinan besar menggunakan teknologi upscaler kustom Nintendo atau FSR 2.x. Mode Quality memprioritaskan detail tekstur, bayangan, dan jarak tarik, cocok untuk layar TV besar di mana kejelasan gambar lebih penting dari kelancaran frame.

Mode Performance menurunkan resolusi internal ke 1080p tapi meningkatkan target frame rate ke 40 FPS — pilihan menarik karena sebagian besar game Switch 2 menargetkan 30 atau 60 FPS. 40 FPS memberikan kelancaran yang terasa dibanding 30 FPS tanpa beban GPU sebesar 60 FPS. Pada layar 120Hz (jika Switch 2 mendukung VRR), 40 FPS bisa sinkron sempurna dengan refresh rate 120Hz (3x frame Gaming). Ini adalah sweet spot teknis yang cerdas untuk hardware mobile-class.

Mode handheld hanya menawarkan satu opsi: 30 FPS dengan resolusi tidak diumumkan (kemungkinan 720p atau 900p internal). Ini wajar mengingat batasan daya dan thermals mode portable. Framerate 30 FPS stabil lebih diutamakan daripada fluktuasi yang mengganggu. Bagi pemain yang mayoritas bermain handheld, ini berarti pengalaman konsisten tapi tidak ada opsi performa lebih tinggi.

Konten Baru: Kostum Glam Rock dan DLC

Fitur eksklusif Encore Edition adalah set kostum “Glam Rock” untuk kelima Guardian. Desainnya mengacu pada estetika rock era 70-an: jaket kulit berstuds, kacamata tebal, rambut bervolume, dan warna News mencolok. Star-Lord mendapat jaket bomber bermotif bintang, Gamora dengan armor logam bergaya glam, Drax cat badan kilat, Rocket jaket denim berpatch, dan Groot… tetap Groot tapi dengan aksesoris headband.

Selain kostum baru, Encore Edition mencakup semua DLC kosmetik yang sudah dirilis: kostum klasik komik, kostum film MCU, dan skin senjata. Total ada lebih dari 20 variasi kostum yang bisa dikombinasikan per karakter. Tidak ada konten cerita baru, misi tambahan, atau mode New Game+ eksklusif — ini murni paket kosmetik + port teknis.

Bagi pemain yang sudah memiliki versi PS5/Xbox Series X/PC, nilai tambah ini minim kecuali Anda benar-benar ingin bermain portable. Tapi bagi pemain baru atau yang hanya punya Switch 2, ini adalah paket lengkap dari hari pertama tanpa perlu beli DLC terpisah. Harga regional belum diumumkan, tapi referensi harga game Switch 2 AAA berkisar Rp 700.000–850.000.

Performa Teknis: Harapan vs Realita

Versi asli di PS5/Xbox Series X berjalan 4K/30 FPS (Quality) dan 1440p/60 FPS (Performance) dengan ray-tracing opsional. Switch 2 menggunakan chip Tegra T239 kustom (berbasis Ampere, 1280 CUDA core, 8GB LPDDR5X). Kekuatan GPU setara RTX 3050 mobile klas bawah — jauh di bawah Console generasi saat ini. Port ini memerlukan kompromi signifikan.

Target 1440p/30 FPS docked Quality realistis dengan penurunan: resolusi tekstur lebih rendah, bayangan sederhana, tanpa ray-tracing, jarak tarik dikurangi, dan populasi partikel dikurangi. Target 1080p/40 FPS Performance lebih menantang: 40 FPS butuh frame time konsisten 25ms. Jika game mengalami drop ke 35-38 FPS di adegan ramai, frame Gaming akan terasa tidak rata. VRR (Variable Refresh Rate) di Switch 2 akan sangat membantu menyembunyikan fluktuasi kecil.

Mode handheld 30 FPS adalah target paling aman. Chip T239 di clock lebih rendah mode portable (estimasi ~50-60% daya docked). 720p/30 FPS stabil sangat mungkin dicapai. Masalah utama akan muncul di manajemen memori: 8GB RAM bersama (shared VRAM+system) artinya tekstur streaming harus agresif. Pop-in tekstur dan loading saat fast-travel antar planet bisa lebih lama dari versi Console/PC.

Narasi dan Presentasi: Keunggulan Utama Game

Cerita Guardians of the Galaxy adalah hati game ini. Ditulis oleh Mary DeMarle (penulis Deus Ex: Human Revolution), naratif ini mengeksplorasi trauma, keluarga terpilih, dan konsekuensi pilihan masa lalu. Peter Quill bukan pahlawan sempurna — ia impulsif, egois terkadang, dan terburukkan oleh kematian ibu serta hubungan rumit dengan ayah angkat Yondu. Dinamika dengan Gamora (bekas pembunuh yang mencari penebusan), Drax (literal-minded tapi peka), Rocket (defensif dan trauma eksperimen), dan Groot (hanya bisa berkata “I am Groot” tapi paling bijak) terasa autentik.

Akting suara luar biasa: Jon McLaren sebagai Star-Lord, Kimberly-Sue Murray sebagai Gamora, Jason Cavalier sebagai Drax, Alex Weiner sebagai Rocket, dan Robert Montcalm sebagai Groot. Soundtrack lisensi 80-an (Wham!, Blondie, Kiss, Pat Benatar, dll) terintegrasi ke gameplay — misalnya saat “Huddle” di mana Star-Lord memberi pidato motivasi dan lagu memutar, memberikan buff tim. Ini bukan sekadar fanservice; musik jadi mekanik gameplay dan penanda emosional.

Durasi cerita utama 15-18 jam, plus 5-8 jam untuk side content dan koleksi. Replay value ada pada pilihan naratif yang mengubah dialog dan beberapa hasil misi, tapi tidak mengubah ending besar. New Game+ mempertahankan upgrade abilitas dan kostum, memungkinkan playthrough kedua lebih santai untuk mengejar achievement/trophy dan melihat cabang cerita alternatif.

Nilai Jual dan Posisi di Lineup Switch 2

Switch 2 diluncurkan dengan lineup first-party kuat (Mario Kart World, Donkey Kong Bananza, Metroid Prime 4) dan third-party port besar (Cyberpunk 2077, Final Fantasy VII Remake Intergrade, Hogwarts Legacy). Guardians of the Galaxy Encore Edition masuk kategori “port AAA generasi lalu” — game 2021 yang dioptimalkan untuk hardware baru. Nilai jualnya bergantung pada tiga faktor: (1) apakah Anda belum main versi asli, (2) seberapa penting portabilitas bagi Anda, (3) toleransi terhadap kompromi visual.

Jika Anda sudah main di PS5/PC, alasan beli lagi hanya portabilitas dan kostum glam rock. Bagi pemilik Switch murni yang melewatkan generasi PS4/Xbox One/PC, ini adalah akses pertama ke game superhero single-player terbaik dekade ini tanpa live-service, battle pass, atau mikrotransaksi. Harga Rp 700.000–850.000 untuk 20+ jam konten berkualitas tinggi adalah value yang adil, apalagi termasuk semua DLC.

Rilis 5 November 2025 menempatkan game ini di musim liburan yang padat. Kompetisi langsung: Call of Duty terbaru, Assassin’s Creed Shadows, dan first-party Nintendo sendiri. Keunggulan Guardians: single-player lengkap di hari rilis, tidak butuh internet, tidak ada FOMO battle pass, cocok untuk bermain santai di liburan. Ini adalah game “comfort food” yang langka di era modern: selesai ceritanya, tidak menuntut waktu tak terbatas, dan menghormati kecerdasan pemain.

Kesimpulan: Port yang Menghormati Karya Aslinya

Marvel’s Guardians of the Galaxy: Encore Edition di Switch 2 bukan port malas. Dua mode visual (Quality 1440p/30 FPS, Performance 1080p/40 FPS) menunjukkan upaya teknis serius menyesuaikan game generasi PS5 ke hardware mobile-class. Kompromi wajar: tidak ada ray-tracing, tekstur lebih rendah, pop-in handheld. Tapi inti pengalaman — narasi brilian, dinamika tim yang hangat, pertarungan taktis memuaskan, soundtrack 80-an ikonik — utuh terjaga.

Kostum Glam Rock adalah bonus lucu tapi tidak esensial. Nilai sebenarnya ada pada aksesibilitas: game ini kini bisa dimainkan di mana saja, kapan saja, oleh audiens baru yang melewatkan rilis 2021. Jika Anda penggemar Marvel, game naratif single-player, atau hanya ingin game lengkap tanpa mikrostranksasi di Switch 2, Encore Edition layak jadi pembelian hari satu. Bagi veteran yang sudah platin di PS5, pertimbangkan apakah portabilitas worth double-dip.

KitGuru bertanya: apa pendapat Anda soal game 2021 lalu? Apakah secara tidak adil dikaitkan dengan kegagalan Avengers? Siapa Guardian favorit Anda? Jawaban saya: Rocket — karena di balik sarkasme dan senjata, dia adalah hati yang paling rapuh dan paling peduli pada keluarga. Game ini memahami itu, dan itulah mengapa layak kesempatan kedua.

AdSense Bawah Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

"Marvel's Guardians of the Galaxy: Encore Edition adalah port yang menghormati karya aslinya dengan dua mode visual yang dipikirkan matang dan paket lengkap termasuk semua DLC. Kompromi teknis wajar untuk hardware Switch 2, dan inti pengalaman — narasi kuat, dinamika tim autentik, pertarungan taktis, soundtrack legendaris — utuh terjaga. Bagi yang belum main versi 2021, ini cara terbaik menikmati game superhero single-player terbaik generasi lalu di genggaman tangan. Bagi veteran, hanya worth double-dip jika portabilitas prioritas utama."

Kelebihan

  • Narasi dan karakter terbaik di game superhero
  • Sistem pertarungan tim taktis yang memuaskan
  • Soundtrack 80-an terintegrasi ke gameplay
  • Dua mode visual docked (Quality/Performance)
  • Termasuk semua DLC kosmetik tanpa tambahan biaya
  • Single-player lengkap tanpa live-service atau mikrotransaksi
  • Portabilitas penuh di mode handheld

Kekurangan

  • Tidak ada konten cerita atau mode baru eksklusif
  • Mode handheld terkunci 30 FPS tanpa opsi performa
  • Kompromi visual signifikan vs versi PS5/PC
  • Pop-in tekstur dan loading lebih lama di handheld
  • Harga penuh untuk game 4 tahun lalu
  • Tidak ada ray-tracing atau fitur next-gen visual
  • Rilis bersaing dengan game besar lain di November 2025

Spesifikasi

PlatformNintendo Switch 2 (eksklusif)
Tanggal Rilis5 November 2025
Mode Docked Quality1440p / 30 FPS
Mode Docked Performance1080p / 40 FPS
Mode Handheld30 FPS / Resolusi tidak diumumkan
DeveloperEidos-Montréal
PublisherSquare Enix
GenreAction-Adventure Single-Player
Durasi Cerita15-18 jam
BahasaIndonesia (UI/Subtitle), Inggris (Voice)
Konten BaruKostum Glam Rock (5 karakter) + Semua DLC lama
MultiplayerTidak ada

Who Should Buy?

  • Pemain Switch 2 yang melewatkan rilis 2021
  • Penggemar game naratif single-player berkualitas
  • Penggemar Marvel yang ingin cerita Guardians utuh
  • Pemain yang benci live-service dan mikrotransaksi
  • Siapa saja yang ingin game lengkap portable untuk liburan

Who Should Skip?

  • Pemain yang sudah platin/finish di PS5/Xbox/PC
  • Yang mengutamakan visual 4K/60FPS/ray-tracing
  • Yang hanya ingin konten cerita baru eksklusif
  • Pemain yang butuh multiplayer/koop
  • Yang tidak suka game linier dengan eksplorasi terbatas

Frequently Asked Questions

Apakah Encore Edition memiliki cerita atau misi baru?
Tidak. Konten baru hanya kostum Glam Rock untuk 5 karakter. Semua cerita dan misi sama dengan versi 2021.
Bisakah bermain offline sepenuhnya?
Ya. Game single-player murni, tidak butuh koneksi internet setelah instalasi.
Apakah ada cross-save dengan versi lain?
Belum dikonfirmasi. Kemungkinan besar tidak ada cross-save karena eksklusif Switch 2.
Berapa ukuran download/install?
Belum diumumkan. Versi PS5 ~50GB, estimasi Switch 2 ~35-40GB setelah kompresi.
Apakah mendukung Nintendo Switch 2 Pro Controller?
Ya, mendukung Pro Controller dan Joy-Con 2 penuh.
Kapan pre-order dibuka dan apakah ada bonus?
Belum diumumkan. Biasanya 1-2 bulan sebelum rilis. Bonus standar biasanya kostum tambahan.

Sumber: https://www.kitguru.net/tech-news/mustafa-mahmoud/guardians-of-the-galaxy-is-getting-a-second-chance-at-life-on-switch-2/

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *