News

Indosat via Zankore Gandeng NVIDIA Bangun Infrastruktur AI 1 GW, Amankan Pendanaan US$3,1 Miliar

📅 12 Sep 2026 ✍️ oguricapp 🕐 3 menit baca
AdSense Atas Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Pendanaan Jumbo US$3,1 Miliar untuk Infrastruktur AI Skala GW

Zankore by Indosat, anak usaha Indosat Ooredoo Hutchison yang berfokus pada infrastruktur kecerdasan buatan, resmi mengamankan fasilitas pinjaman berjangka senior (senior term loan facility) senilai US$3,1 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan dan penerapan infrastruktur GPU NVIDIA generasi terbaru, dengan kapasitas awal 100 MW dan target jangka panjang mencapai 1 GW.

Transaksi pembiayaan ini melibatkan sejumlah lembaga keuangan regional dan internasional. Citi bertindak sebagai penasihat utang eksklusif (exclusive debt adviser), sementara Citi, ING, Natixis, Qatar National Bank (QNB) Group, dan United Overseas Bank (UOB) berperan sebagai senior mandated lead arrangers, underwriters, and bookrunners (SMLAUBs). Nilai transaksi menjadikan ini salah satu pembiayaan infrastruktur AI terbesar di Asia.

Platform AI Cloud Berbasis NVIDIA Full-Stack

Zankore by Indosat membangun platform AI cloud yang didukung oleh teknologi komputasi AI full-stack dari NVIDIA. Platform ini mengandalkan kluster GPU berkinerja tinggi yang dirancang untuk menangani beban kerja pelatihan model (training), fine-tuning, inferensi berskala besar, hingga aplikasi agentic AI yang mampu menjalankan tugas secara mandiri.

Layanan ini tidak hanya mengarah pada perusahaan teknologi besar, tetapi juga startup, developer, korporasi, dan berbagai institusi di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara. Ketersediaan kapasitas komputasi GPU di dalam negeri diharapkan mempercepat pengembangan AI dengan mendekatkan komputasi ke data, pengguna, dan kebutuhan industri lokal.

Target Kapasitas 1 GW, Tahap Awal 200 MW Paruh Pertama 2027

Zankore by Indosat diperkenalkan pada 6 Agustus 2024 melalui kolaborasi Ooredoo Group, Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA, dan Nokia. Saat peluncuran, entitas ini mengungkapkan ambisi membangun salah satu platform infrastruktur AI terbesar di Asia dengan target kapasitas NVIDIA DGX AI Factory hingga 1 GW.

Rencana tahapan pembangunan menargetkan sekitar 200 MW kapasitas awal tersedia pada paruh pertama 2027. Kapasitas 100 MW yang saat ini dibangun menjadi salah satu milestone menuju target tersebut. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada kesiapan infrastruktur fisik, ekosistem komersial, dan kemampuan operasional.

Vikram Sinha: Infrastruktur Menentukan Peran Indonesia di Masa Depan AI

Vikram Sinha, Direktur dan Chairman Zankore by Indosat, menilai perkembangan AI memberikan peluang besar bagi Indonesia dan Asia Tenggara. Menurutnya, tantangan berikutnya bukan sekadar mengadopsi AI, melainkan membangun infrastruktur yang memungkinkan kawasan ini mengambil peran lebih besar dalam perkembangan teknologi tersebut.

“Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar apakah kita akan mengadopsi AI, melainkan kemampuan membangun infrastruktur yang mendorong wilayah ini menjadi bagian dari masa depan AI,” ujar Vikram Sinha.

Pergeseran Fokus: dari Aplikasi ke Infrastruktur Dasar

Investasi skala besar ini menandakan pergeseran strategis dalam peta industri teknologi Indonesia. Jika selama ini narasi AI di Indonesia lebih berpusat pada aplikasi, chatbot, dan model bahasa, kini infrastruktur komputasi—GPU, data center, jaringan, energi, dan layanan cloud—menjadi fondasi yang tidak kalah strategis untuk menjalankan AI dalam skala besar.

Bagi ekosistem domestik, kehadiran infrastruktur komputasi AI di dalam negeri membuka ruang lebih luas bagi startup, developer, perusahaan teknologi, hingga industri konvensional untuk mengembangkan solusi AI tanpa bergantung sepenuhnya pada penyedia cloud luar negeri. Hal ini juga relevan dengan kebutuhan kedaulatan data dan latensi rendah untuk aplikasi real-time.

Menjadikan Indonesia Basis Komputasi AI Asia Tenggara

Dengan target kapasitas hingga 1 GW, Zankore by Indosat menempatkan Indonesia sebagai basis untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI di kawasan Asia Tenggara. Permintaan komputasi AI di kawasan ini terus melonjak seiring adopsi generative AI, fine-tuning model bahasa lokal, hingga deployment agentic AI di berbagai sektor.

Jika terealisasi sesuai rencana, proyek ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai ekonomi AI regional sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak inovasi berbasis AI dari dalam negeri. Ketersediaan modal US$3,1 miliar memberikan daya dorong signifikan untuk mempercepat pengadaan hardware dan penyelesaian konstruksi data center yang mendukung kluster GPU NVIDIA generasi terbaru.

AdSense Bawah Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *