Software & Gaming

Review Starfield: Ambisi Besar Bethesda yang Belum Sepenuhnya Terwujud

πŸ“… 27 Sep 2026 ✍️ oguricapp πŸ• 8 menit baca
AdSense Atas Artikel β€” slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Pengantar: Starfield dan Konteks Review

Starfield meluncur pada September 2023 sebagai titel ambisius Bethesda Game Studios, mengusung janji eksplorasi ruang angkasa dengan skala lebih dari 1.000 planet yang dapat dikunjungi. Sebagai properti intelektual baru pertama studio dalam lebih dari dua dekade, game ini menarik perhatian masif dari komunitas penggemar RPG dan media gaming global. Namun, menurut wawancara terbaru dengan FRVR, mantan lead systems designer Bethesda, Kurt Kuhlmann, mengungkapkan bahwa Starfield “tidak ada di mana pun dekat cukup sukses” untuk menjamin sekuel, meski ia percaya tim bisa “memecahkan rumusnya” jika diberi kesempatan kedua.

Konteks ini penting untuk memahami posisi Starfield saat ini. Game ini mendapatkan update berkala termasuk ekstensia Shattered Space, namun Microsoft telah mengarahkan ulang fokus tim ke franchise terbesar seperti The Elder Scrolls dan Fallout. Review ini mengurai pengalaman bermain Starfield pada 2024, menilai apakah game ini layak waktu Anda di tengah lanskap RPG modern yang kompetitif.

Performa & Gameplay Inti

Starfield berjalan pada mesin Creation Engine 2 yang diperbarui, menawarkan performa stabil pada hardware modern. Pada PC dengan spesifikasi menengah (Ryzen 5 5600X, RTX 3060, 16GB RAM), game mencapai 60 FPS konsisten pada 1440p dengan preset tinggi, meski area padat seperti New Atlantis kadang menurunkan frame rate ke 45-50 FPS. Loading screen yang sering muncul saat perpindahan planet dan interior menjadi pengganggu alur gameplay, mengurangi kesan “seamless space exploration” yang dijanjikan.

Sistem combat gunplay terasa responsif dan memuaskan, dengan feedback senjata yang solid dan variety musuh yang cukup. Namun, AI musuh masih menunjukkan keterbatasan klasik Bethesda: sering terjebak geometri, pola patrol yang terprediksi, dan reaksi minim terhadap tindakan sigap pemain. Sistem stealth fungsional tapi dangkal, dan melee combat terasa klunky dibandingkan first-person shooter modern. Penerbangan kapal antariksa (ship combat) menawarkan kedalaman yang mengejutkan dengan manajemen daya, targeting sistem, dan boarding action, meski kurva pembelajarannya curam dan tutorial minim.

Optimasi & Stabilitas Teknis

Bethesda telah merilis beberapa patch performa sejak peluncuran, mengatasi kebocoran memori, crash pada driver GPU tertentu, dan masalah streaming aset. Modding community juga telah menghasilkan patch unofficial yang memperbaiki stutter pada CPU thread tunggal dan mengoptimalkan penggunaan VRAM. Pada console Xbox Series X/S, performa terkunci 30 FPS dengan mode 60 FPS tersedia pada Series X melalui patch, meski dengan penurunan resolusi dinamis yang agresif. Cross-save antara PC dan Xbox berfungsi mulus via cloud save Microsoft.

Grafis, Direksi Seni, & Dunia Permainan

Visual Starfield menampilkan pencapaian teknis yang mengesankan: pencahayaan global real-time, detail permukaan planet yang bervariasi, dan model kapal dengan tingkat detail tinggi. Direksi seni “NASA-punk” memberikan identitas visual yang kohesif β€” estetika fungsional, utiliter, dan grounded yang membedakannya dari space opera berwarna-warni seperti No Man’s Sky atau Mass Effect. Cahaya bintang yang memantul di visor helm, debu planet yang terbang, dan detail interior kapal menciptakan momen-momen “screenshot-worthy” yang sering.

Namun, variasi planet terasa dangkal setelah puluhan jam. Procedural generation menghasilkan lanskap yang repetitif: outpost yang sama, gua dengan tata letak identik, dan titik minyal (POI) yang berulang di seluruh sistem tata surya. Eksplorasi darat kehilangan rasa penemuan setelah pola ini dikenali. Kota-kota utama seperti New Atlantis, Akila City, dan Neon menawarkan desain level yang lebih tercurah dengan verticalitas menarik, NPC yang beraktivitas, dan narasi lingkungan yang kaya β€” tapi jumlahnya hanya segenggam dibandingkan ribuan planet “kosong”.

Desain Suara & Komposisi Musik

Soundtrack Inon Zur kembali menghadirkan skor orkestra yang epik dan emosional, beralih antara nada penjelajahan tenang hingga intensitas pertempuran ruang angkasa. Desain suara kapal β€” gemuruh reactor, bip sistem targeting, desis pintu airlock β€” menciptakan imersi yang kredibel. Voice acting secara umum berkualitas tinggi dengan cast yang besar, meski beberapa NPC minor terasa phoned-in. Audio spatial (Dolby Atmos/Windows Sonic) bekerja dengan baik untuk posisional audio dalam combat dan navigasi kapal.

Narasi, Quest Utama, & Worldbuilding

Cerita utama Starfield mengikuti Constellation, kelompok penjelajah yang mencari artefak misterius yang mengarah pada misteri Starborn dan Unity. Premisnya menarik: menggabungkan konsep multiverse, determinisme, dan pertanyaan filosofis tentang tujuan eksistensi. Namun, eksekusi narasi terasa terburu-buru di akhir. Karakter-karakter Constellation (Sarah, Barrett, Sam, Andreja) memiliki latar belakang yang menarik tapi pengembangan mereka terbatas pada quest pendamping (companion quest) yang opsional, bukan terintegrasi ke alur utama.

Quest pendamping (side quest) dan quest faksi (Ryujin Industries, UC Vanguard, Freestar Rangers, Crimson Fleet) justru menjadi highlight naratif. Faksi Ryujin menawarkan spionase korporat dengan pilihan moral yang abu-abu, UC Vanguard menyajikan militisme birokratis, Freestar Rangers membawa rasa western ruang angkasa, dan Crimson Fleet mengajak ke kehidupan bajak laut ruang angkasa. Setiap faksi memiliki questline 5-8 jam dengan branching yang bermakna, sering melebihi kualitas main quest. Worldbuilding melalui log data, terminal, dan dialog NPC membangun lore yang dalam tentang sejarah Koloni, Perang Seraphim, dan politik House Va’ruun.

Sistem Dialog & Pilihan Pemain

Sistem dialog kembali ke Former daftar pilihan klasik Bethesda (bukan roda dialog Mass Effect), dengan skill Persuasion yang memerlukan pencocokan poin dalam batas putaran β€” mekanik yang menambah lapisan strategi tapi bisa terasa repetitif. Pilihan dialog sering bersifat ilusori: banyak situasi where pilihan “ya/tidak” mengarah ke outcome yang sama dengan sedikit variasi dialog. Quest besar seperti “The Hammer Falls” atau “Legacy’s End” menawarkan konsekuensi nyata pada faksi dan NPC, tapi dampak global pada dunia terbatas. New Game Plus (NG+) memasukkan konsep Starborn ke gameplay: memulai ulang dengan pengetahuan sebelumnya, membuka dialog baru, dan mengubah beberapa event β€” konsep meta-naratif yang menarik tapi eksekusinya minim pada putaran pertama.

Sistem Progresi, Keterampilan, & Kustomisasi

Pohon keterampilan (skill tree) dibagi menjadi lima kategori: Physical, Social, Combat, Science, dan Tech β€” masing-masing dengan 4 tier yang dikunci level. Progresi berbasis tantangan (challenge-based progression) artinya Anda harus menyelesaikan tugas spesifik (mis. “bunuh 20 musuh dengan senjata laser” untuk naikkan Lasers) sebelum bisa spend skill point ke tier berikutnya. Sistem ini mendorong eksperimen build tapi juga memaksa grinding yang terasa paksa, terutama untuk keterampilan niche seperti Astrophysics atau Outpost Engineering.

Kustomisasi kapal (ship builder) adalah sistem paling mendalam dan memuaskan. Modular design memungkinkan kreasi bebas: cargo hauler masif, dogfighter cepat, atau mobile base dengan lab penelitian, greenhouse, dan armory. Batasan kelas kapal (A, B, C) ditentukan reactor dan piloting skill, menciptakan progresi jangka panjang yang rewarding. Outpost building mirip Fallout 4 tapi dengan logistik antar-planet: extractor resource, link transfer, dan manajemen tenaga. Namun, UI manajemen outpost clunky, dan alasan ekonomi untuk membangun outpost lemah karena credit mudah diperoleh dari misi dan penjualan loot.

Krafting, Riset, & Ekonomi

Sistem krafting dan riset (research) memerlukan resource spesifik dari planet berbeda, mendorong eksplorasi tapi sering berubah menjadi fetch quest yang membosankan. Menemukan planet dengan resource langka (mis. Hafnium, Ytterbium) lalu menyiapkan outpost ekstraksi menjadi loop gameplay yang memuaskan bagi tipe pemain tertentu. Ekonomi game inflasi cepat: pada level 30+, credit berlimpah dan pembelian kapal/gear terbaik tidak lagi menantang. Vendor credit reset setiap 48 jam in-game, tapi barang langka jarang muncul. Sistem “Workbench” terpusat di kapal/outpost mempermudah akses tapi mengurangi rasa tempat (sense of place) bengkel khusus di kota.

Kelebihan & Kekurangan Utama

Kelebihan: Skala eksplorasi ruang angkasa yang tak tertandingi dengan lebih dari 1.000 planet yang bisa didaratkan.

Kelebihan: Ship builder modular yang mendalam, ekspresif, dan terintegrasi ke gameplay combat serta logistik.

Kelebihan: Questline faksi yang kaya, bercabang, dan sering melebihi kualitas narasi main quest.

Kelebihan: Direksi seni “NASA-punk” yang kohesif dan sound design imersif menciptakan identitas unik.

Kelebihan: New Game Plus dengan integrasi naratif (Starborn) menawarkan alasan rejouability yang konseptual menarik.

Kekurangan: Procedural generation planet menghasilkan konten repetitif yang mengurangi rasa penemuan jangka panjang.

Kekurangan: Loading screen frequen memecah imersi dan alur eksplorasi seamless yang dijanjikan.

Kekurangan: AI musuh dan sistem stealth terasa usang dibandingkan standar modern FPS/RPG hybrid.

Kekurangan: Progresi keterampilan berbasis tantangan memaksa grinding yang tidak alami untuk build tertentu.

Kekurangan: Ekonomi game runtuh pada mid-game, menghilangkan tekanan resource management.

Nilai, Harga, & Rekomendasi Pembelian

Starfield dijual pada harga standar AAA (sekitar $70 / Rp 1.000.000+ di toko resmi Microsoft/Steam), sering mendapat diskon 30-50% pada event sale besar. Tersedia day-one di Xbox Game Pass (PC & Console), membuatnya nilai yang luar biasa bagi pelanggan layanan tersebut β€” Anda bisa memainkan 100+ jam tanpa biaya tambahan. Versi Premium Edition menambah akses awal 5 hari, ekstensia Shattered Space, skin kosmetik, dan artbook digital; nilai tambahnya bergantung pada minat Anda pada DLC naratif yang dirilis Q4 2024.

Bagi pemilik Game Pass, Starfield adalah “must-try” tanpa risiko finansial. Bagi pembeli penuh harga, pertimbangkan: apakah Anda menikmati loop Bethesda klasik (eksplorasi, loot, quest faksi, bangun karakter) di setting baru? Jika ya, Anda akan mendapat 80-150+ jam konten. Jika Anda mencari narasi cinematic yang ketat, combat FPS yang tajam, atau eksplorasi prosedural yang benar-benar tak terbatas seperti No Man’s Sky, Starfield mungkin mengecewakan. Modding community PC (Nexus Mods, Steam Workshop) sudah sangat aktif, memperbaiki banyak keluhan UI, performa, dan balance β€” faktor pengali nilai besar bagi pemain PC.

Perbandingan dengan Kompetitor & Konteks Genre

Berbanding dengan No Man’s Sky (2016/2020+), Starfield kalah pada varietas planet sejati, seamless transition, dan frekuensi update konten gratis besar β€” tapi unggul pada narasi terstruktur, quest design, dan kedalaman RPG sistem. Berbanding Mass Effect Legendary Edition, Starfield menawarkan kebebasan eksplorasi yang jauh lebih besar tapi kehilangan pacing naratif, pengembangan karakter tim, dan arahan cinematic yang ketat. Berbanding Cyberpunk 2077 (pasca-2.0), Starfield memiliki dunia yang lebih besar tapi kurang padat, detail, dan reaktif. Posisi Starfield unik: RPG Bethesda tradisional di ruang angkasa, bukan space sim murni maupun action RPG linear.

Kesimpulan & Verdict

Starfield adalah game yang ambisius, teknis mengesankan, dan penuh konten β€” tapi terhambat oleh desain yang terlalu bergantung pada formula Bethesda lama tanpainovasi cukup pada loop inti. Kekuatan utamanya ada pada ship building, quest faksi, dan worldbuilding lore; kelemahannya pada procedural generation yang dangkal, AI usang, dan pacing narasi yang tidak merata. Sebagai properti intelektual baru, ia menciptakan fondasi yang solid untuk sekuel (jika pernah hadir) untuk “memecahkan rumusnya” sebagaimana diharapkan Kurt Kuhlmann. Saat ini, Starfield adalah RPG yang solid 7.5/10: sangat baik bagi penggemar gaya Bethesda dan pelanggan Game Pass, tapi tidak revolusioner cukup untuk menarik audiens di luar basis tersebut.

AdSense Bawah Artikel β€” slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

"Starfield adalah RPG Bethesda klasik di ruang angkasa: ambisius, penuh konten, dan kuat pada ship building serta quest faksi, tapi terhambat procedural generation dangkal, AI usang, dan pacing narasi tidak merata. Sangat layak untuk pelanggan Game Pass dan penggemar formula Bethesda, kurang memuaskan bagi pencari inovasi genre atau narasi sinematik ketat."

Kelebihan

  • Skala eksplorasi ruang angkasa tak tertandingi dengan 1.000+ planet.
  • Ship builder modular mendalam dan terintegrasi ke gameplay.
  • Questline faksi kaya, bercabang, sering melebihi main quest.
  • Direksi seni NASA-punk kohesif dengan sound design imersif.
  • New Game Plus terintegrasi naratif via konsep Starborn.
  • Tersedia day-one di Xbox Game Pass, nilai luar biasa untuk pelanggan.
  • Modding community PC aktif memperbaiki banyak keluhan teknis.

Kekurangan

  • Procedural generation planet repetitif mengurangi rasa penemuan.
  • Loading screen frequen memecah imersi eksplorasi seamless.
  • AI musuh dan sistem stealth terasa usang vs standar modern.
  • Progresi skill berbasis tantangan memaksa grinding tidak alami.
  • Ekonomi game inflasi cepat, menghilangkan tekanan resource mid-game.
  • Main quest terburu-buru di akhir, karakter utama kurang terasah.
  • Outpost building UI clunky dan alasan ekonominya lemah.

Spesifikasi

EngineCreation Engine 2
PlatformPC (Steam, Microsoft Store), Xbox Series X/S
Rilis6 September 2023
GenreAction RPG, Space Exploration
PengembangBethesda Game Studios
PenerbitBethesda Softworks (Microsoft Gaming)
ModeSingle-player
BahasaIndonesia (UI & Subtitle)

Who Should Buy?

  • Penggemar RPG Bethesda (Skyrim, Fallout 4) yang ingin setting baru.
  • Pelanggan Xbox Game Pass PC/Console yang ingin konten 100+ jam tanpa biaya tambahan.
  • Pemain yang menikmati ship building mendalam dan manajemen logistik outpost.
  • Pecinta lore dan worldbuilding yang detail via log data dan quest faksi.
  • Pemain PC yang memanfaatkan modding community untuk perbaikan kualitas hidup.

Who Should Skip?

  • Pencari space sim seamless seperti No Man's Sky atau Elite Dangerous.
  • Penggemar narasi cinematic linear dengan karakter terasah (Mass Effect, Cyberpunk 2077).
  • Pemain yang membutuhkan combat FPS/stealth modern dengan AI cerdas.
  • Orang yang kecewa pada formula Bethesda berulang (loading screen, bug, UI clunky).
  • Pembeli penuh harga yang ingin revolusi genre, bukan iterasi formula lama.

Frequently Asked Questions

Apakah Starfield butuh koneksi internet konstan?
Tidak. Starfield sepenuhnya single-player offline setelah instalasi dan verifikasi lisensi awal.
Berapa lama main quest dan completionist playthrough?
Main quest ~18-22 jam; completionist dengan semua faksi, quest samping, dan eksplorasi 100-150+ jam.
Apakah New Game Plus wajib untuk 'true ending'?
Konsep Starborn dan Unity hanya terungkap penuh lewat multiple NG+, tapi ending pertama sudah memberikan penutup cerita utama.
Apakah DLC Shattered Space worth it?
Shattered Space menambah questline House Va'ruun ~10-15 jam di planet baru; worth it bagi yang lapar konten naratif lebih, opsional bagi yang lain.
Spesifikasi minimum PC untuk 1080p 60 FPS?
Ryzen 5 3600 / i5-10400, 16GB RAM, RX 6600 XT / RTX 2060 Super, SSD wajib.

Sumber: https://www.kitguru.net/gaming/matthew-wilson/former-bethesda-designer-says-starfield-2-unlikely-to-happen/

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *