News

Indosat Raup Pendapatan Rp45,8 Triliun Sepanjang Sembilan Bulan 2026, Bisnis AI Cloud Sasaran Rp1,6 Triliun

📅 30 Oct 2026 ✍️ oguricapp 🕐 3 menit baca
AdSense Atas Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Indosat Catat Pertumbuhan Pendapatan 11% YoY, Laba Bersih Melonjak 37%

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) melaporkan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp45,8 triliun, naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA meningkat menjadi Rp21,1 triliun, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 37,2% year-on-year (YoY) mencapai Rp4,9 triliun.

Pencapaian ini memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu operator telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Kinerja positif didorong oleh penguatan bisnis inti telekomunikasi serta kontribusi awal dari segmen baru berbasis kecerdasan buatan (AI) dan cloud.

Bisnis Seluler Menguat, ARPU Naik 16,5%

Salah satu pendorong utama pertumbuhan berasal dari segmen seluler. Indosat menerapkan pendekatan AI hyper-personalization berbasis data untuk menyajikan layanan yang lebih relevan bagi setiap pelanggan. Strategi ini mendukung peningkatan monetisasi, pemanfaatan jaringan 5G, dan optimalisasi kualitas konektivitas.

Hasilnya, rata-rata pendapatan per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU) seluler gabungan meningkat 16,5% YoY menjadi Rp46.000. Trafik data tumbuh 16% mencapai 14.829 petabyte, mencerminkan kebutuhan data yang besar dan membuka peluang peningkatan nilai bisnis dari penggunaan jaringan.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Indosat, Vikram Sinha, menegaskan bahwa kekuatan bisnis inti telekomunikasi menjadi fondasi utama transformasi menuju AI TechCo. Fokus perusahaan tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta optimalisasi investasi jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial dari bisnis utama memungkinkan pengembangan fase pertumbuhan berikutnya, termasuk investasi di bidang AI.

Bisnis AI Cloud Tembus US$50 Juta, Target US$100 Juta Akhir 2026

Di sisi bisnis baru, Indosat AI Cloud mulai menunjukkan kontribusi komersial yang signifikan. Pendapatan solusi AI Cloud tercatat mencapai US$50 juta dalam sembilan bulan pertama 2026, sudah melebihi total pendapatan sepanjang 2025 sebesar US$28 juta.

Perusahaan memperkirakan pendapatan bisnis ini dapat menyentuh US$100 juta hingga akhir 2026. Dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS, target tersebut setara sekitar Rp1,6 triliun. Proyeksi ini mencerminkan peluang dari meningkatnya kebutuhan perusahaan akan komputasi AI, kapasitas pemrosesan data, dan layanan cloud.

AI kini tidak hanya digunakan untuk eksperimen teknologi, tetapi mulai diterapkan dalam operasional bisnis, pengembangan produk, dan otomatisasi proses kerja. Pertumbuhan Indosat AI Cloud menunjukkan upaya mengubah investasi teknologi menjadi sumber pendapatan nyata yang melengkapi layanan telekomunikasi konvensional. Realisasi target tetap bergantung pada perkembangan permintaan pasar, implementasi solusi pada pelanggan, dan kemampuan memperluas layanan komersial.

Ekosistem AI Full-Stack: Dari Jaringan Fiber Hingga Aplikasi

Indosat tidak hanya menyediakan kapasitas komputasi atau produk AI secara terpisah. Perusahaan sedang mengembangkan ekosistem AI full-stack yang mengintegrasikan konektivitas, jaringan fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan enterprise.

Strategi ini dirancang membantu pelaku usaha mengakses dan menerapkan AI sesuai kebutuhan operasional, serta mempermudah pembangunan layanan digital tanpa mengelola seluruh infrastruktur sendiri. Sebagai tulang punggung konektivitas, Indosat mengandalkan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer melalui RAIA Grid, yang menghubungkan sumber daya komputasi dengan kebutuhan penerapan AI.

Selain itu, Indosat mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya melalui inisiatif Zankore by Indosat. Inisiatif ini memiliki ambisi jangka panjang mencapai kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW), mencerminkan komitmen besar dalam memenuhi kebutuhan komputasi AI yang terus berkembang baik di pasar Indonesia maupun global.

AdSense Bawah Artikel — slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *