Review Castlevania: Belmont’s Curse – Kembalinya Legenda Metroidvania
Latar Belakang dan Sejarah Perkembangan
Castlevania: Belmont’s Curse hadir sebagai kolaborasi kedua antara studio Evil Empire dan Konami setelah suksesnya crossover Castlevania dengan Dead Cells pada 2023. Evil Empire dikenal sebagai pengembang Dead Cells, salah satu roguelike terbaik era modern, sehingga kepercayaan Konami untuk menyerahkan franchise legendaris ini ke tangan mereka adalah langkah yang logis. Game ini dirilis resmi pada 15 Oktober 2024, membawa kembali nama besar Castlevania ke panggung utama setelah vakum panjang sejak era Nintendo DS dan Game Boy Advance.
Sejarah franchise Castlevania sendiri dimulai pada 1986 di platform NES, kemudian berevolusi menjadi pionir genre Metroidvania bersama game Metroid. Titik puncak popularitas sering dikaitkan dengan Symphony of the Night (1997) di PlayStation, diikuti Open era “Igavania” di handheld Nintendo. Belmont’s Curse menjadi upaya pertama dalam dua puluh tahun untuk menghidupkan kembali franchise ini dengan game utama baru, bukan remaster atau koleksi.
Skor Critic dan Posisi Sejarah
Belmont’s Curse meraih skor Metacritic 86 dan OpenCritic 85, menempatkannya sebagai entri keenam tertinggi dalam sejarah franchise Castlevania. Posisi ini berada di antara Portrait of Ruin (85) di Nintendo DS dan Harmony of Dissonance (87) di Game Boy Advance. Lebih menarik lagi, ini adalah skor tertinggi untuk game Castlevania utama dalam dua dekade terakhir, sejak Dawn of Sorrow meraih 89 pada 2005 di Nintendo DS.
Pencapaian ini signifikan mengingat lanskap genre Metroidvania Tech sangat padat dengan pesaing seperti Hollow Knight, Ori and the Blind Forest, Blasphemous, dan tentu saja Dead Cells buatan Evil Empire sendiri. Fakta bahwa game ini bisa bersaing dengan klasik-kelas Symphony of the Night (93) dan Rondo of Blood (90) menunjukkan kualitas produksi yang serius. Skor ini juga membuktikan bahwa Evil Empire memahami DNA franchise ini dengan baik.
Gameplay dan Desain Level
Sebagai Metroidvania, Belmont’s Curse menawarkan eksplorasi peta yang Gaming terhubung, kemampuan baru yang membuka area sebelumnya tidak terjangkau, dan pertarungan boss yang menantang. Sistem combat mengadopsi gaya Castlevania klasik dengan serangan whip sebagai utama, didukung Open sub-weapon seperti holy water, axe, dan cross. Evil Empire menambahkan sentuhan modern seperti dodge roll, parry, dan skill tree yang memungkinkan kustomisasi build karakter.
Desain level mencerminkan pengalaman Evil Empire dengan Dead Cells: area-area terasa handcrafted dengan verticalitas yang memuaskan, secret room yang memuaskan untuk ditemukan, dan shortcut yang mempermudah backtracking. Enemy variety cukup beragam, dari undead klasik hingga monster mitologi Eropa Timur. Boss fight menjadi highlight dengan pola serangan multi-fase yang memerlukan pembelajaran dan refleks cepat, remnisen pada boss fight terbaik seri ini.
Visual, Audio, dan Atmosfer
Grafis mengusung gaya pixel art high-definition dengan palet warna gelap khas Castlevania: biru malam, merah darah, emas keramat, dan abu-abu kastil. Animasi sprite mulus dengan frame rate tinggi, terutama saat combat dan traversal. Efek partikel seperti api, kilat, dan darah ditampilkan dengan detail yang memuaskan tanpa mengganggu keterbacaan layar. Background berlapis menciptakan kedalaman visual di area-area besar seperti Grand Library dan Clock Tower.
Soundtrack dikomposisi Open tim yang memahami warisan Michiru Yamane, menggabungkan organ gereja, harpsichord, gitar listrik, dan orkestra simfonik. Tema utama mengingatkan pada Vampire Killer dan Bloody Tears namun dengan identitas sendiri. Sound design combat terasa berat dan responsif: suara whip memukul daging, ledakan holy water, dan nada kematian enemy memberikan feedback audio yang krusial. Voice acting minimal namun efektif untuk narasi kunci.
Naratif dan Karakter
Cerita mengikuti keturunan Belmont baru yang harus menghadapi kutukan kuno yang membangkitkan Dracula sekali lagi. Narasi disampaikan melalui environmental storytelling, catatan tersebar, dan dialog singkat dengan NPC langka. Pendekatan ini setia pada tradisi Castlevania yang jarang menggunakan cutscene panjang. Lore memperluas mitos Castlevania tanpa menggangkan kanan yang sudah ada, menghormati penggemar lama sambil tetap aksesibel bagi pemain baru.
Karakter protagonist memiliki kepribadian yang terasa melalui animasi idle, reaction terhadap lingkungan, dan monolog internal sesekali. Antagonis dan boss memiliki motivasi yang jelas, tidak sekadar monster tanpa pikiran. Ending memberikan penutupan yang memuaskan sambil meninggalkan ruang untuk kelanjutan. Koleksi item lore seperti bestiary dan catatan pengembang menambah kedalaman bagi completionist.
Performa Teknis dan Optimasi PC
Versi PC mendukung resolusi hingga 4K dengan frame rate tidak terkunci, ultrawide support, dan opsi skalabilitas grafis yang lengkap: texture quality, shadow, particle density, dan post-processing. Game berjalan lancar di hardware menengah: RTX 3060 / RX 6600 mencapai 144 FPS di 1080p High. Loading time sangat cepat berkat dukungan DirectStorage pada SSD NVMe. Tidak ditemukan bug game-breaking selama masa review.
Kontrol keyboard-mouse dan gamepad keduanya terimplementasi dengan baik. Remapping penuh tersedia untuk kedua skema. Steam Deck verified dengan performa stabil 60 FPS di 800p, baterai tahan sekitar 4-5 jam. Cloud save, achievements, dan trading cards sudah terintegrasi. Opsi aksesibilitas mencakup difficulty modifier, color blind mode, dan text size scaling. Port PC ini adalah contoh port yang dihormati.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan utama: combat yang presisi dan memuaskan, desain level yang cerdas dengan pacing eksplorasi yang baik, visual pixel art indah dengan performa ringan, soundtrack yang mengagumkan, dan kehormatan yang tulus terhadap warisan franchise. Game ini juga menawarkan replay value melalui New Game+, boss rush mode, dan multiple ending. Durasi main story sekitar 12-15 jam, 25+ jam untuk 100% completion.
Kekurangan: beberapa kritik menilai game ini tidak cukup berinovasi dibanding Metroidvania modern terbaik, backtracking di akhir game bisa terasa repetitif, beberapa boss fight memiliki difficulty spike yang tajam tanpa checkpoint di tengah, dan cerita relatif ringan bagi yang mengharapkan narasi sinematik. Multiplayer atau co-op tidak tersedia, yang mungkin diharapkan beberapa pemain setelah Dead Cells.
Nilai dan Rekomendasi Pembelian
Dengan harga rilis standar AAA indie (sekitar $39.99 / Rp 650.000), Belmont’s Curse menawarkan nilai yang sangat baik untuk penggemar Metroidvania dan Castlevania. Konten padat, polish tinggi, dan replayability membuatnya layak dibeli full price. Bagi yang ragu, menunggu sale 20-30% di Steam Seasonal Sale tetap pilihan wajar tanpa merugikan pengalaman. DLC kosmetik dan expansion cerita sudah direncanakan Open Evil Empire.
Rekomendasi: beli segera jika Anda penggemar Symphony of the Night, Hollow Knight, atau Dead Cells. Beli saat sale jika Anda baru mencoba genre Metroidvania atau lebih memilih game dengan narasi berat. Hindari jika Anda tidak suka backtracking, permadeath element (meski opsional), atau gameplay 2D side-scrolling. Game ini adalah surat cinta untuk penggemar lama sekaligus pintu masuk solid untuk generasi baru.