Featured Tech News

Review PlayStation VR2: Akhir Era VR Sony Sebelum Paten Dijual ke Meta

πŸ“… 10 Oct 2026 ✍️ oguricapp πŸ• 5 menit baca
AdSense Atas Artikel β€” slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

Latar Belakang: Sony Menjual Paten VR ke Meta

Berita terbaru dari KitGuru mengungkap bahwa Sony Tech menjual sekitar 43 paten terkait VR ke Meta, dengan rencana mentransfer hingga 400 paten berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani akhir 2025. Langkah ini mengonfirmasi spekulasi lama: Sony Tech berhenti mengembangkan VR. PlayStation VR2 diluncurkan dengan harga lebih mahal dari konsol PS5 itu sendiri, dan Sony dengan cepat menghentikan produksi konten first-party untuk perangkat ini. Dengan paten-paten kunci berpindah tangan, kemunculan PSVR3 untuk generasi PlayStation berikutnya kini sangat tidak terduga.

Transaksi paten ini bukan sekadar urusan hukum; ia menandakan pergeseran strategis besar di industri VR. Meta yang sudah mendominasi pasar konsumen dengan seri Quest kini memperkuat portofolio kekayaan intelektualnya dengan teknologi Sony yang matang. Bagi pengguna PSVR2, ini berarti tidak ada harapan update fitur besar, game eksklusif baru, atau dukungan jangka panjang. Headset ini secara efektif Tech menjadi produk “end-of-life” meskipun masih dijual di pasar.

Performa dan Pengalaman Pengguna

PSVR2 menawarkan resolusi 2000 x 2040 per mata lewat panel OLED dengan HDR dan refresh rate 90/120 Hz. Di kertas, spesifikasinya unggul atas Quest 2 dan setara dengan Quest 3. Namun, ketergantungan pada kabel USB-C ke PS5 membatasi kebebasan gerak β€” kelemahan fundamental dibanding headset standalone. Tracking inside-out berfungsi baik di ruang gelap hingga terang, tapi controller Sense kadang kehilangan jejak saat tangan di belakang punggung.

Library game saat peluncuran cukup kuat dengan Horizon Call of the Mountain, Gran Turismo 7, dan Resident Evil Village VR. Sayangnya, aliran game baru berhenti hampir total setelah tahun pertama. Tidak ada title first-party baru di 2024, dan publisher third-party enggan menginvestasikan port VR tanpa basis pengguna yang tumbuh. Performa hardware PS5 memang mampu menjalankan VR berkualitas tinggi, tapi tanpa konten, performa itu sia-sia.

Kualitas Layar dan Visual

Panel OLED PSVR2 tetap menjadi salah satu terbaik di kelasnya: hitam pekat, kontras tak terbatas, dan warna cerah. Efek “screen door” hampir tak terlihat berkat kepadatan piksel tinggi. Namun, lensa Fresnel menimbulkan god rays (sinar cahaya) di area kontras tinggi, dan sweet spot yang sempit memaksa pengguna menyesuaikan headset berulang untuk kejernan optimal. Bidang pandang sekitar 110 derajat standar industri, tapi terasa sempit dibanding Quest 3 yang sudah 110+ derajat dengan lensa pancake.

Fitur eye-tracking dan foveated rendering berfungsi seperti dijanjikan, mengurangi beban GPU dengan merender area fokus mata saja. Sayangnya, sedikit game yang memanfaatkannya penuh. Passthrough hitam-putih berkualitas rendah β€” hanya berguna untuk melihat controller di lantai, bukan mixed reality yang bermakna. Ini kontras tajam dengan passthrough berwarna Quest 3 yang memungkinkan penggunaan MR nyata.

Kamera dan Tracking

Empat kamera tracking terintegrasi di headset menangkap gerakan kepala dan controller tanpa sensor eksternal. Akurasi tracking kepala excellents; tracking tangan via controller Sense juga responsif berkat ring LED yang terlihat jelas kamera. Namun, tidak ada hand-tracking native (tanpa controller) seperti Quest β€” fitur yang kini standar di headset modern. Kamera passthrough tidak mendukung deteksi kedalaman, jadi tidak bisa mapping ruangan atau interaksi tangan virtual.

Eye-tracking camera di dalam headset memantau posisi pupil untuk foveated rendering dan login iris. Fitur login iris cepat dan akurat, tapi nilai tambahnya minim. Eye-tracking juga digunakan untuk interaksi UI sederhana (memilih menu dengan melihat), tapi implementasi bervariasi per game. Secara keseluruhan, sistem kamera fungsional tapi tidak inovatif pada 2024.

Kenyamanan dan Ergonomi

Desain headset dengan headband halo (seperti PSVR) mendistribusikan beban ke dahi, bukan wajah β€” keuntungan besar untuk sesi panjang. Berat sekitar 560 gram tanpa kabel, lebih ringan dari Quest 2 (503g) tapi terasa lebih ringan karena distribusi beban. Ventilasi bagus mencegah kebakaran kaca; kabel USB-C tunggal tipis dan fleksibel, tapi tetap kabel. Controller Sense ergonomis, trigger adaptif dan haptic feedback halus menambah imersi, tapi battery life hanya ~4-5 jam per charge.

Masalah utama: kabel. Di era Quest 3 dan Apple Vision Pro yang wireless (atau compute pack di pinggang), kabel ke PS5 terasa kuno. Manajemen kabel jadi rutinitas sebelum bermain; risiko terjerat kabel saat gerakan cepat nyata. Untuk ruang kecil, kabel membatasi radius gerak. Sony tidak pernah rilis aksesoris wireless resmi β€” peluang yang terlewat.

Nilai Beli dan Posisi Pasar

Pada peluncuran Februari 2023, PSVR2 dijual $549 (sekitar Rp 8,5 juta) β€” lebih mahal dari PS5 Disc Edition ($499). Harga turun ke $449 di akhir 2023, tapi penjualan lemah memaksonya. Sekarang (2025), unit baru masih dijual ~$400-450, tapi tanpa garansi dukungan masa depan. Quest 3 128GB dijual $499 dengan standalone, MR berwarna, hand-tracking, dan library game yang tumbuh. Value proposition PSVR2 hancur total.

Bagi yang sudah punya PS5 dan ingin VR kabel berkualitas tinggi *sekarang*, PSVR2 bekas ~$300 masih masuk akal. Tapi membeli unit baru 2025 sulit dijabarkan. Investasi paten ke Meta berarti teknologi PSVR2 (OLED, eye-tracking, haptic) kemungkinan akan muncul di Quest generasi mendatang β€” tanpa kabel dan dengan ekosistem hidup. Menunggu Quest 4 atau “Quest Pro 2” pilihan lebih bijak.

Kesimpulan: Produk Terbaik di Waktu Salah

PSVR2 adalah headset VR kabel terbaik yang pernah dibuat: layar OLED luar biasa, eye-tracking fungsional, controller haptic canggih, dan integrasi PS5 mulus. Tapi ia lahir di era yang salah β€” saat industri beralih ke standalone dan mixed reality. Harga peluncuran tinggi, ketergantungan kabel, dan penghentian dukungan first-party membunuh momentum. Penjualan paten ke Meta adalah tanda kubur resmi. Jika Anda membutuhkan VR *sekarang* dan punya PS5, unit bekas masih layak. Jika bisa menunggu, generasi Quest berikutnya akan mewarisi teknologi ini dengan bebas kabel dan ekosistem yang berkelanjutan.

AdSense Bawah Artikel β€” slot iklan (tambahkan GIDR_ADSENSE_CLIENT di wp-config.php)

"PSVR2 adalah hardware VR kabel terbaik yang pernah dibuat, tapi dijual pada waktu yang salah dengan strategi yang gagal. Penjualan paten ke Meta menutup pintu masa depannya. Beli bekas hanya jika butuh VR kualitas tinggi *sekarang* dan sudah punya PS5; jika tidak, tunggu Quest generasi berikutnya yang akan mewarisi teknologi ini."

Kelebihan

  • Layar OLED HDR terbaik di kelasnya
  • Eye-tracking dan foveated rendering berfungsi
  • Controller Sense haptic dan trigger adaptif imersif
  • Headband halo nyaman untuk sesi panjang
  • Integrasi PS5 plug-and-play tanpa setup rumit

Kekurangan

  • Kabel USB-C membatasi kebebasan gerak
  • Tidak ada dukungan game first-party baru
  • Paten dijual ke Meta, tidak ada masa depan
  • Passthrough hitam-putih kualitas rendah
  • Tidak ada hand-tracking native

Spesifikasi

Layar2x OLED 2000x2040 per mata, 90/120 Hz, HDR
Bidang Pandang~110 derajat
TrackingInside-out 4 kamera, eye-tracking, IR
ControllerSense controller: haptic, adaptive trigger, touch detection
KonektivitasUSB-C 3.2 ke PS5 (kabel 4.5m)
AudioBuilt-in stereo, jack 3.5mm, mic array
Berat560 gram (tanpa kabel)
Baterai Controller~4-5 jam, charge via USB-C

Who Should Buy?

  • Pemilik PS5 yang ingin VR kualitas tinggi sekarang
  • Penggemar game racing/sim (Gran Turismo 7 VR)
  • Kolektor hardware VR yang ingin layar OLED terbaik

Who Should Skip?

  • Siapa saja yang menginginkan VR bebas kabel (standalone)
  • Pengguna yang butuh dukungan game jangka panjang
  • Pembeli yang menginginkan mixed reality berwarna
  • Siapa saja yang tidak punya PS5

Frequently Asked Questions

Apakah PSVR2 masih mendapat update firmware?
Sony masih merilis update stabilitas minor, tapi tidak ada fitur baru signifikan sejak 2023.
Bisa PSVR2 dipakai di PC?
Resmi tidak didukung. Komunitas membuat driver tidak resmi (iVRy) tapi butuh adapter mahal dan fungsionalitas terbatas.
Apakah paten yang dijual ke Meta akan muncul di Quest 4?
Sangat mungkin. Teknologi OLED, eye-tracking, dan haptic Sony cocok untuk roadmap Meta.
Berapa harga PSVR2 bekas saat ini?
Kisaran Rp 4-5 juta untuk unit lengkap bekas mulus di marketplace Indonesia (estimasi 2025).

Sumber: https://www.kitguru.net/tech-news/featured-tech-news/matthew-wilson/sony-begins-selling-off-its-vr-patents-to-meta/

Bagikan Artikel

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *